logo


Adorasi Abadi

10th ADORASI ABADI ST. FX Kuta, Bali

 Call Centre Adorasi Abadi FX HP : 0813-5366-0477

 

APAKAH ADORASI ABADI ITU?

Adorasi Ekaristi Abadi adalah suatu pernyataan cinta kita pada Yesus yang sudah mencintai kita sebegitu besar, sehingga rela untuk tinggal bersama kita selalu dalam rupa Sakramen Maha Kudus; di mana bila suatu Paroki menyediakan suatu ruangan kecil atau kapel yang dibukaselama 24 jam dalam 7 hari dengan pentahtaan tetap Yesus dalam Skaramen Maha Kudus. Adorasi abadi mendatangkan banyak rahmat bagi pribadi perorangan, bagi keluarga, paroki dan keuskupan, Gereja Universal dan bagi dunia. “terutama dari Ekaristilah rahmat tercurahkan bagi kita bagai sebuah air mancur.” (Sacrosanctum Concilium).

Adorasi abadi membantu kita lebih dekat dan kenal Yesus secara pribadi; inilah cara untuk menjalin hubungan yang sungguh pribadi dengan Yesus.

MENGAPA PERLU MEMILIKI ADORASI ABADI

Di jaman modern ini, di mana orang dituntut untuk cepat, stress meningkat, maka orang membutuhkan sebuah tempat yang tenang, sekaligus bisa merasakan kasih Tuhan. Di mana Tuhan sungguh hadir dan mendengarkan, menjamah, menyembuhkan dan melindungi seluruh kota dan pulau, bahkan sampai seluruh dunia. Orang berbicara tentang Panggilan imamat yang meningkat dan perubahan kea rah yang lebih baik intuk semua;

APA SAJA YANG DILAKUKAN PADA SAAT BERADORASI?

Adorasi bukanlah doa kelompok, melainkan doa pribadi. Anda datang, membawa buku doa sendiri. Menyembah Yesus yang bertahta dalam Sakramen Mahakudus dengan berlutut, lalu mencari posisi duduk yang nyaman, untuk berdoa, hening atau bercerita dengan Yesus dari hati ke hati. Hanya satu jam seminggu. Kalau sulit untuk memulainya atau mempertahankan jam adorasi abadi, cobalah berpikir bahwa, di Ruang Adorasi itu ada seseorang yang sangat berarti bagi Anda. DIA selalu menunggu, sesuai jadwal yang telah dibuat. Berikan tanda pada jadwal Adorasi yang 1 jam seminggu itu, sama pentingnya dengan jadwal meeting Anda dengan klien yang Anda paling istimewakan. Atau berikan tanda yang sama dengan jadwal makan malam atau menemani orang yang paling Anda cintai.

Dibawah ini salah satu contoh beradorasi mengisi Jam Suci. Kita bisa membagikan apa yang dilakukan seorang Adorer  seperti ini: Berlutut, menyembah sambil menyapa Tuhan dan mengucap syukur bisa datang lagi menemani Yesus dalam Adorasi ini dan memohon ampun agar pantas. (bisa dengan mengutip salah satu Doa penyembahan Adorer); Mencari posisi yang nyaman (entah tetap berlutut atau duduk); Sekali lagi mengucap syukur dan mulailah bercakap secara pribadi dengan Tuhan, yang lebih akrab. Bisa juga dimulai dengan Doa Rosario. Doa Rosario bisa membawa orang dalam suasana khidmat dan akhirnya bisa berkonsentrasi ke pribadi yesus yang hadir di hadapan kita. Doa mempersembahkan diri, keluarga, harapan dan cita-cita, serta orang-orang yang kita doakan. Membaca Kitab Suci dan buku renungan atau kata-kata mutiara Suci. Hening.

DOA PARA ADORER

Tinggallah bersama kami, ya Tuhan…….. Dan biarlah kehadiran-Mu menjadi lebih terasa dan dekat setiap saat kami datang ke kapel ini sehingga kiranya menjadi abadi dan anak cucu kami pun bisa menemukan diri-MU di sini. Amin…

DI MANA SAJA ADORASI ABADI BISA DIDIRIKAN?

Paus Yohanes Paulus II, dalam suratnya ‘On the Mystery and Worship of the Eucharist’ (1980), berkata: “Gereja dan dunia sangat membutuhkan Adorasi Abadi. Yesus menunggu kita dalam sakramen yang penuh dengan cinta-Nya.” Bapa Paus mewujudkan kata-katanya dengan memulai adorasi abadi pada 2 Desember 1981. Sejak saat itu, adorasi di kapel kecil di St. Peter-Vatikan terus berlanjut. Dalam doa pemberkatan kapel ini, Bapa Paus menyatakan harapannya agar semua paroki di dunia mempunyai kapel adorasi abadi.

Satu minggu terdiri dari 168 jam. Kebanyakan dari paroki-paroki, mempunyai 2-4 kali lipat lebih banyak umat dibandingkan dengan banyaknya jam dalam satu minggu itu sendiri. Inilah yang membuatnya sangat gampang bagi siapa saja untuk hanya memilih satu jam selama satu minggu untuk menemani Yesus.

Pernah seorang Imam berkotbah, ‘Mengapa dunia masih tetap berputar hingga saat ini, walau bencana dan perang ada di mana-mana? Beliau menjawab sendiri, ‘Karena doa-doa Adorasi para rahib dan biarawan-biarawati!’ Kalau Adorasi itu dilakukan di setiap paroki? Tentu lebih banyak lagi berkat dan perlindungan. Seperti pengalaman yang ditulis santa Faustina dari Kerahiman Ilahi. Suatu hari ia sedang beradorasi dan Tuhan berkata, “Setiap kali bila seseorang masuk ke ruang Adorasi, cahaya belas kasih dan kemurahan Allah yang luar biasa akan menyelubungi orang itu dan menyebar ke luar ruang adorasi dipancarkan ke seluruh kota tempat ruang adorasi itu berada.”

KEUNTUNGAN ADORASI ABADI BAGI PAROKI

  • Gereja akan menjadi rumah kedua bagi setiap umat dalam Paroki. Bukan hanya datang ke gereja pada Misa Minggu, tetapi setiap saat mereka merasa membutuhkan Tuhan, ada satu keyakinan bahwa Yesus menunggu setiap orang yang terbeban di ruang/Kapel Adorasi Abadi yang buka selama 24 jam itu.
  • Adorasi abadi mendatangkan banyak rahmat bagi pribadi perorangan, bagi keluarga, paroki dan keuskupan, Gereja Universal dan bagi dunia. “Terutama dari Ekaristilah rahmat tercurahkan bagi kita bagai sebuah air mancur.” (Sacrosanctum Concilium).
  • Adorasi abadi membantu kita lebih dekat dan kenal Yesus secara pribadi; inilah cara untuk menjalin hubungan yang sungguh pribadi dengan Yesus.

SEJARAH ADORASI ABADI DI PAROKI St. FX KUTA

Kalau berbicara tentang sejarah Adorasi Abadi di Paroki Kuta, Bali, sama dengan membicarakan Sejarah Adorasi Abadi di Indonesia.

Karena Adorasi Abadi di Paroki St. FX Kuta adalah Adorasi Abadi di Paroki yang I di Indonesia, sekalipun dalam urutan yang ke 2 setelah Surabaya. Di Surabaya, Adorasi Abadi pertama didirikan di RS RKZ (Mei 2006) bukan di Paroki.  Selang dua Minggu kemudian, (4 Juni 2006) pada Hari Raya Pentakosta,  dengan Perarakan yang panjang dari depan Gereja ke Basement belakang Gereja, Sakraman Mahakudus ditahtakan pertama kali di FX Kuta dan di Pulau Bali sebagai Adorasi Abadi Paroki yang pertama di Indonesia setelah seminggu sebelumnya, Fr. Doughlas Harris, dari Perth yang baru saja membangun Adorasi Abadi di RKZ dan rumah PUSPITA Surabaya, memberikan Seminar tentang Adorasi Abadi lewat homily pada hari Sabtu dan Minggu.

Sejak saat itu sampai dengan tahun 2013, hampir setiap tahun Fr. Doughlas diundang oleh Paroki dan atau Keuskupan yang berkunjung ke Kuta dan mengetahui ada Adorasi Abadi di paroki ini, agar Fr. Doughlas memberikan Seminar  tentang bagaimana membangun Adorasi Abadi di paroki atau Keuskupan mereka. Biasanya Fr. Doughlas datang bersama Fr. Hugh Thomas, CSsR, yang pandai berbahasa Indonesia.

Sebetulnya kerinduan untuk memiliki Adorasi Abadi, sudah ada sejak lama, yakni tahun 1998, ketika Romo Hubert Hady mendapat kunjungan di tempat tugas lamanya, di Seminari Tri Tunggal Mahakudus Tuka, Bali. Kunjungan suster Cinta Kasih dari  India. Lalu ketika Romo Hady sudah bertugas di Paroki FX Kuta, juga di tahun 2004, saat mendapat kunjungan dari bruder Taize di Perancis, ada kerinduan untuk segera memiliki ruangan Adorasi Abadi, tapi situasi masih belum memungkinkan.

Maka saatnya pun tiba, ketika Mei 2006, Romo Hady mendapat informasi dari Keuskupan Surabaya bahwa dua Imam motivator Adorasi Abadi dari Australia, Romo Doughlas dan Romo Hug Thomas CSsR,  sedang membawakan Seminar di Surabaya untuk pembentukan Adorasi Abadi di Surabaya.

Maka Romo Hady pun mengundang kedua Romo tersebut agar bisa datang ke Paroki FX Kuta sebelum pulang.

Puji Tuhan. Minggu ke-4 Mei 2006, Romo Douglas datang dengan beberapa panitia dari Keuskupan Surabaya, termasuk ibu Magda.

Selama Misa mulai dari Sabtu Sore, setiap homily, Romo Doughlas berkotbah tentang Adorasi Abadi dan sesudah itu, Komunitas DOJCC Bali dan panitia dari Surabaya membantu membagikan formulir undangan menjadi Adorer/Adorator.

Lalu pada hari Minggu terakhir di bulan Mei 2006, berkumpul sekitar 240 umat Keuskupan Denpasar yang mendengar pengumuman di FX Kuta dan  tertarik ikut membentuk Adorasi Abadi. Setelah mendaftar dan membagi sesuai dengan aturan yang diberikan maka, terbentuklah hari itu, Adorer pagi, Adorer siang, adorer sore, adorer malam dan Adorer dini hari, dengan masing-masing KODIV dan KONIT dan ketua umum I pak Herry Respatia. Mengingat tanggung jawab coordinator untuk 24 jam setiap hari, maka dipilih lagi coordinator Umum II dan III yakni Bp. Yovie Setiawan dan Ibu Chitra. Lalu bendahara Dr. Nathasa lay dan Sekretaris, saya sendiri, Martina.

Pada hari Minggu berikutnya, pada hari Raya Pentakosta, 4 Juni 2006, setelah Misa siang, Romo Hady bersama Romo Rekan, Romo Deni Mary, Pr dan seorang Romo tamu bersama umat yang hadir dan Adorer yang sudah mendaftar, mengadakan perarakan dari dalam Gereja, keluar melewati halaman depan dan samping kiri Gereja ke basement dan mentahtahkan Sakramen untuk Adorasi di Ruang Adorasi Lama. Sejak hari itu, Umat yang beradorasi berdatangan dari Kuta, Kerobokan, Denpasar, bahkan sampai dari Tuka-Dalung, Monang-Maning dan Nusa Dua serta Jimbaran.

Sejak itu, Fr. Doughlas dan Fr. Hugh Thomas bekerja sama dengan Romo Hady dan paroki ST. FX Kuta ikut membangun Adorasi Abadi  di Kalimantan, Jawa tengah, Sulawesi, Bandung, Flores, Sumba dan Timor.

PERKEMBANGAN ADORASI ABADI & KONDISI SAMPAI SEKARANG

“Menjadi Adorer/Adorator/Guardian itu juga adalah sebuah karunia. Karunia untuk menemani Yesus. Ada yang bisa menemani Yesus 1 jam setiap hari, ada yang hanya bisa seminggu sekali.  Semua dijalani pada jadwal yang tetap. Tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Orang lain hanya bisa datang dan berdoa sejenak atau beradorasi saat memiliki intensi khusus. Sebaliknya seorang Adorer atau yang disebut juga Adorator/Guardian menyediakan waktu khusus yang terjadwal dan setia pada komitmen itu kecuali berhalangan”.

“Karena itulah dibutuhkan komitmen yang lebih. Harus ada orang-orang yang mau berbuat lebih, dengan memberikan waktunya menemani Yesus di sana selama satu jam atau lebih, sekurang-kurangnya seminggu sekali. Bagi umat yang masih takut untuk berkomitmen atau merasa tidak mampu berada di sana lebih lama, berdoalah, mintalah karunia Adorer, karunia untuk menemani Yesus.”

Rm. Hady merasa menemukan tempat yang tepat untuk membangun Kapel Adorasi Abadi. Kuta, dengan posisinya sebagai daerah wisata dunia, lengkap dengan berbagai macam kehidupan malam, bahkan sangat dekat dengan kemaksiatan, sangat membutuhkan kehadiran kapel Adorasi Abadi. “Supaya Kuta jangan sampai menjadi Sodom & Gomora, diperlukan penyeimbang yaitu lantunan kekuatan doa melalui kapel adorasi abadi, Di mana orang-orang yang hidup dalam dosa itu perlahan-lahan akan berbalik dan bertobat”.  Demikian pesan Romo Hady kepada umat dan para Adorer saat itu.

 

 MANFAAT YANG KAMI DAPATKAN DENGAN ADANYA ADORASI ABADI

Rm. Hady sendiri merasakan banyak sekali manfaat dari kehadiran Kapel Adorasi Abadi ini. Bila dulu waktu Rm. Hady banyak tersita untuk memberi konseling kepada umat, kini banyak umat yang mendapatkan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapi dengan berdoa langsung, konseling langsung dengan Yesus dalam kapel Adorasi Abadi.

Romo Hady berkata, “Dengan adanya adorasi abadi ini, gereja mempunyai warna. Kalau orang datang ke Gereja St. Yoseph-Kepundung atau  Katedral Roh Kudus-Renon, mereka akan langsung mengenal bahwa itu gereja Katolik. Karena banyak ukiran dan  patung-patung orang Kudus. Sedangkan orang yang masuk gereja st. FX Kuta, seperti masuk ke gedung bioskop, luas, nyaris tanpa patung. Tetapi bila orang yang datang itu duduk tenang, mereka baru akan merasakan kehadiran Yesus. Dan itu dirasakan setiap orang yang datang ke sini. Jadi tidak heran kalau tiap hari ada saja Turis mancanegara atau pun lokal yang ke gereja untuk berdoa”.

Penyembuhan dan keajaiban untuk doa yang terkabul, termasuk pastor paroki kami Rm. Hady yang sembuh dari kanker, juga dialami umat yang beradorasi, sehingga banyak sumbangan dana dan bunga kami dapatkan untuk berlanjutnya Adorasi Abadi di FX Kuta.

 USAHA MEMPERTAHANKAN ADORASI TETAP ABADI

Dalam usaha mempertahan Adorasi tetap 24 setiap hari,  sejak tahun 2008, mengatasi kesibukan adorer yang harus pindah jam adorasi dan beberapa hal lainnya, kami memutuskan menerima Angel’s Hour (Penjaga Adorasi tetap) yang bekerja 8 jam mulai dari pkl. 06.00-12.00; 12.00-18.00; 18.00-24.00; lalu yang berkomitmen untuk berjaga sepanjang malam dari pkl.23.00-06.00;

Tahun 2015, pada bulan Maret, Romo hady membentuk komunitas Kerahiman Ilahi Paroki st. FX Kuta dengan nama Komunitas DMC Bali (Divine Mercy Community). Yang merupakan satu kesatuan dengan Adorasi Abadi.

Proficiate! Untuk PUSPITA yang telah memulai Adorasi Abadi dan kami mengikutinya.

Semoga sampai seterusnya ke anak cucu kita, seperti yang terdapat dalam doa para Adorer, “………….. “Dan biarlah kehadiran-Mu menjadi lebih terasa dan dekat setiap saat kami datang ke kapel ini sehingga kiranya menjadi abadi dan anak cucu kami pun bisa menemukan diri-MU di sini.  Amin.”

 

Info mengenai Adorasi Abadi FX dapat menghubungi

Ibu Chitra K. Juadi (0819-9973-7500) —— Koordinator Umum

Prasetiyo Harry Kurniawan (0822-3659-1303) —- Wakil Koordinator

Martina (0813-5366-0477) —- Sekretaris 

 

MEMBENTUK KOMUNITAS ADORER

Hal yang menggembirakan, Adorasi Abadi kemudian memiliki seorang adik, yakni Komunitas Kerahiman Ilahi (Divine Mercy Community) DMC Bali. Yang keberadaannya erat hubungannya dengan mujizat penyembuhan yang dialami Romo Hady.

 

1,867 total views, 3 views today