Written by John German Seran at Thursday, 22 January 2009 (660 hits) Saya tidak ingat persis entah kapan dan siapa yang menceriterakan kisah berikut ini kepada saya. Tapi yang jelas, seorang teman telah menceriterakannya kepada saya.
Kisahnya begini, pada suatu hari Minggu, di sebuah gereja paroki di sebuah pedalaman,pastor paroki mengundang semua umat untuk menghadiri misa requem. Sang pastor tidak menyebutkan misa untuk siapa. Yang jelas, misa itu adalah misa requem, dan hari itu bukan hari arwah. tepat pada waktu yang ditentukan, semua umat berkumpul di dalam gereja, dan sang pastor berarak bersama rombongannya menuju altar. di depan altar telah diletakkan sebuah peti jenazah. Misa berjalan seperti biasa. Namun pada saat kotbah, sang pastor tidak berkotbah seperti biasanya. Ia mengawali kotbahnya dengan mengajak semua umat maju ke depan altar untuk memberikan penghormatan terakhir kepada si mati. Dan... Semua umat tersentak kaget ketika melihat wajah mereka sendiri yang terpantul dari cermin di dasar peti. Dan setelah semua umat mendapat giliran, sang pastor melanjutkan kotbahnya dengan ajakan agar semua yang hadir'bangkit' dari kematian mereka masing-masing. Alhasil, setelah misa requem itu, terjadi perubahan yang sangat besar di dalam kehidupan paroki kecil di pedalaman itu. Umat tidak lagi malas-malasan ke Gereja. Kaum muda tidak sudah rajin ikut kegiatan mudika. Anak-anak sudah rajin hadir sekolah minggu. umat di kelompok-kelompok sudah mulai peka dengan keadaan sesamanya, tidak lagi egois. Itulah kebangkitan yang terjadi setelah misa requem di gereja. kehidupan rohani umat yang mati telah bangkit. Aleluya.......... Pecinta Kutafx.com yang terkasih, tarik sendiri makna kisah teman saya di atas. semoga kita ikut bangkit. Am inj.
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |