Written by fransiscus agung marsono at Sunday, 08 February 2009 (649 hits)
Kasih dan pelayanan :Berlakulah sebagai abdi Allah (1
Petr 2:13-17)
Oleh: Rm. Hubert Hady Setiawan, Pr
Setiap orang dipanggil Tuhan dengan kasih Tuhan. Hal ini
kita alami melalui kelahiran kita yang unik. Kita lahir melalui
orangtua tertentu, waktu tertentu, tempat tertentu dan tanggal tertentu. Semua
merupakan rencana Tuhan yang indah. Keindahan ini merupakan modal utama untuk
menghirup kehidupan dan mengisinya dengan segala daya yang kita miliki. Hidup
adalah anugerah dan perjuangan. Maka sepantasnya kita mengucap syukur kepada
Tuhan atas kasih setiaNya. Pemazmur telah mengungkapkan kasih setia Tuhan
melalui mazmur :”Tuhan adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku
ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku dst. (Mazmur 23). Betapa Tuhan
selalu membimbing, memberikan kesempatan dan memberikan kehidupan kepada setiap
orang dengan kasih-Nya yang kekal.
Setiap orang dipanggil Tuhan dengan kasih Tuhan. Hal ini
kita alami melalui kelahiran kita yang unik. Kita lahir melalui
orangtua tertentu, waktu tertentu, tempat tertentu dan tanggal tertentu. Semua
merupakan rencana Tuhan yang indah. Keindahan ini merupakan modal utama untuk
menghirup kehidupan dan mengisinya dengan segala daya yang kita miliki. Hidup
adalah anugerah dan perjuangan. Maka sepantasnya kita mengucap syukur kepada
Tuhan atas kasih setiaNya. Pemazmur telah mengungkapkan kasih setia Tuhan
melalui mazmur :”Tuhan adalah gembalaku,
takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau. Ia membimbing aku
ke air yang tenang. Ia menyegarkan jiwaku dst. (Mazmur 23). Betapa Tuhan
selalu membimbing, memberikan kesempatan dan memberikan kehidupan kepada setiap
orang dengan kasih-Nya yang kekal.
Kita dituntun dan dibimbingnya
melalui orangtua dengan cara yang amat khas:’kasih ayah-ibu sepanjang jalan
kasih anak sepanjang galah’, demikian pepatah yang ingin mengungkapkan betapa
orangtua yang menjadi saluran berkat Tuhan melaksanakan tugas mulianya dengan
sepenuh hati sepanjang hidup mereka. Maka tidak henti-hentinya orangtua
menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada setiap anaknya. Apa yang orangtua
tanamkan akan kita bawa sebagai bekal kehidupan.Nilai nilai yang kita ikuti dan
pelajari menjadikan kita tumbuh dewasa dan tahu memilih mana yang baik, mana
yang buruk. Inilah hadiah kehidupan yang orangtua berikan kepada kita. Maka
sepantasnyalah kita bersyukur atas hadiah terindah dari Tuhan yakni orangtua
yang baik; yang rela berkurban, yang mau menuntun dan memberi pelita kehidupan
sehingga pada waktunya kita belajar tentang arti hidup dan menjalankannya
dengan kebijaksanaan.Kasih Tuhan terungkap dalam relasi vertikal maupun
horisontal yang membentuk tanda Salib, tanda kemenangan kita.
Setiap orang berharga dimata Tuhan. Karenanya Tuhan selalu
mempersiapkan kita menjadi pemimpin paling kurang untuk diri kita sendiri.
Sebagai makhluk sosial maka sosialitas kepemimpinan itu tumbuh dan berkembang
tahap demi tahap. Melalui talenta yang Tuhan berikan setiap orang belajar untuk
menjadi pemimpin. Hal ini dapat kita
lihat dari kepemimpinan Yesus. Dalam Peristiwa Kanak-kanak Yesus kita melihat
bagaimana Yesus tumbuh dan berkembang di Nazaret dalam Keluarga Kudus.
Bertahun-tahun lamanya Yesus memeprsiapkan diri untuk perutusan-Nya di desa Nazareth yang jauh dari
keramaian dunia. Ia menyerap semua segi kenyataan yang melingkupi bangsa-Nya:
bangsa Galilea. Ia salah satu dari mereka.Ia merasakan sendiri apa yang mereka
takuti dan apa yang mereka harapkan. Yesus jug amenemukan dalam diri-Nya
sesuatu yang berbeda. Ia menemukan bahwa Allah, Bapa-Nya menarik-Nya ke arah
tertentu untuk mewartakan Kerajaan Allah. Ia mulai melihat segala sesuatu
sebagaimana Bapa melhiatnya. Ia mlai memahami janji-janji zaman dahulu yang
telah diberikan Bapa kepada bangsa-Nya. Ia merasakan suatu kekuatan baru
bangkit dalam diri-Nya, suatu visi
tentang apa yang akan terjadi yang dapat menjungkirbalika seluruh dunia. Dan
tibalah saatnya Ia tahu bahwa Ia sendiri dipilih menjadi perantara Bapa untuk
berbicara dan bertindak. Pengukuhan-Nya tampak dalam peristiwa permandian-Nya dimana Tuhan
berkata:”Inilah Anakku yang Kukasihi, Aku berkenan kepada-Nya (Lk 3:22b)”.
Sejak saat itu Yesus tumbuh menjadi
seorang pemimpin kharismatis. Ia mewartakan pertobatan dan Kerajaan Allah. Ia
berkarya dan berdoa bagi semua orang. Semua orang kagum kepada-Nya karena apa
yang dibuatnya merupakan hal yang luar biasa. Orang buta dapat melihat, orang
lumpuh dapat berjalan, orang bedosa melakukan pertobatan; orang sakit batin
disembuhkanNya. Ia melahirkan kebebasan dan menghadirkan kedamaian. Dalam doa dan
karyaNya Yesus mempersiapkan kader kepemimpinan kepada para Rasul. Para Rasul
direkrutNya: diundangNya untuk ebrgabung denganNya; didampingi dengan kasih,
dipersiapkan mental dan rohani mereka; mereka mengikuti pelatihan; mengadakan
sharing; belajar ebrbagi dan ebrkurban; belajar taat dan bersahaja;
melaksanakan kebijakan-kebijakan awal dalam persaudaraan. Persiapan kader ni
bertujuan untuk melestarikan apa yang diwartakanNya yaitu Kerajaan Allah. Maka
sepeninggal Yesus spara Rasul ini menjadi pemimpin rohani yang handal yang
hanya terikat kepada kasih Kristus melalui pelayanan hidup tanpa pamrih.
Pokoknya semua hal yang dilakukan, yang dipikirkan hanya untuk dan dalam Yesus
sebagai Allah Tritunggal.
Melalui
kepemimpinan yang menekankan pelayanan ini maka Gereja tumbuh dan berkembang
pesat.Karena melalui Yesus semua perbaikan hidup rohani dan mentalitas
diperbaharui selalu. Landasan kasih
Yesus membuat suatu wawasan baru dalam hidup manusia yang didera oleh
kesombongan, dosa, iri hati dan dengki. Karena kenyataan keberdosaan manusia
tidak saja merusak relasi dengan Allah, tetapi juga merusak kenyataan terdalam
diri manusia, yang tercipta menurut gambar dan rupa Allah. Namun, realitas
keberdosaan manusia tidaklah menghapus kenyataan hakikat diri manusia sebagai
cita Allah, sebab jati diri tersebut tertanam sebagai realitas penciptaan yang
khas dan tak terpisahkan dari diri manusia sebagai ciptaan. Dosa memang sebuah
hutang, karena kasih Allah yang trcurah kepada manusia tidak dibalas manusia
dengan kasih, melainkan dengan pengkhianatan dan penolakan. Realitas berhutang
ini tidak bisa ditebus oleh manusia, karena dirinya tidak memiliki daya untuk
keluar dari belenggu jeratan hutang dosa. Hanya Tuhan yang mampu melepaskan
manusia dari jerat dosa dan penghapusan hutang terjadi karena kasih Tuhan yang
tercurah dalam diri Kristus. Melalui
landasan kasih Yesus mengajarkan dan menyadarkan semua pihak bagaimana manusia
dapat melahirkan damai sejahtera dengan saling mengampuni, memaafkan, belajar
mengerti apa yang harus dilakukan dengan bebas. Kebebasanadalah wujud serta
tanda kemandirian pribadi sebagai subyek yang bertindak. Jalan pertobatan
bukanlah jalan manusia, melainkan jalan Allah, jalan kemurahan hati-Nya yang
terwujud dalam diri Kristus. Maka di dalam dan bersama Kristus kita diolah
dalam proses pertobatan dan perbaikan jatuh-bangun. Semua proses ini merupakan suatu proses
penjadian diri kita yang Tuhan kasihi, kita dipimpin untuk selalu mengikuti Yesus.
Maka
seorang pemimpin adalah seorang motivator, innovator, pengayom, pendamping dan
pemberi semangat pada kelompok sehingga situasi kelompok diciptakan sedemikian
adil dan bijaksana. Semua anggota kelompok berharap agar hak-haknya dapat
terjamin dengan baik sehingga kewajibannya pun dapat dilaksanakan dengan baik.
Yesus mengajarkan kepada para murid agar melaksanakan kasih dalam kepemimpinan.
Maka Yesus berkata:”Barangsiapa ingin menjadi yang terbesar, hendaklah ia
menjadi pelayan”Dalam Kitab Putera Sirakh (10:1-8) dikatakan:”Seorang penguasa yang bijaksana menjamin
ketertiban dalam masyarakat, dan raja yang budiman memerintah dengan aman
sentosa. Maka penguasa jangan membenci sesama, apa pun kesalahannya; dan dalam
tindakan-tindakan jangan terpengaruh oleh nafsu kuasa”.
Kepemimpinan diawali dengan diri
sendiri yang tahu menata nilai kebijaksanaan sebagai modal awal untuk beramal.
Karena itu panggilan kepemimpinan setiap orang berbeda. Kepemimpinan politik
dan kepemimpinan rohani ada persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah bahwa
setiap pemimpin politik maupun rohani harus mempunyai visi dan misi serta
strategi yang akan mewarnai hidup mereka. Namun ada perbedaan diantara
keduanya. Pemimpin politik selalu mengkampanyekan rencana rencananya melalui
corong media, memaparkan apa yang akan dibuat dengan janji janji. Janji janji
dibuat semenarik mungkin untuk menarik para pendengarnya yang akan melaksanakan
pemilihan atas dirinya. Dengan memaparkan diri dan sesering mungkin tampil
sehingga ia dikenal orang dan orang dapat memilihnya Ia menjadi orang yang
populer.
Seorang pemimpin rohani bertugas
mengolah hidup rohani baik bagi dirinya sendiri maupun umatnya agar semakin
mengenal kehendak Allah. Cara memperkenalkan ajaran melalui mimbar, namun yang
paling utama melalui keteladanannya. Ia
harus bijaksana dalam melahirkan
keseimbangan antara kata dan doanya; harus hidup bersahaja; nrimo, kuat
dalam hidup doa; dan tahan dalam penderitaan.
Barack Obama tahun 2007 bukanlah
sosok yang dikenal dunia. Namun dengan motto: Change I believe in memampukan
dirinya menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat dan memimpin negara yang
selam 43 kali presidennya semua berkulit putih. Ia menjadi presiden kulit
berwarna yang pertama. Dan kiprahnya mengagumkan. Selama masa kampanye ia
mengungkapkan program-programnya sehingga publik memilih dirinya menjadi
presiden. Sementara pemimpin rohani tidak berkampanye dari satu tempat ke
tempat lain melalinkan melaksanakan pendampingan rohani. Maka yang tereutama
adalah lahirnya keseimbangan antara kata, doa dan karyanya. Ketergantungan
kepada Tuhan amat sentral karena ia adalah wakil Tuhan. Kesehariannya tidak
lain dari membuka Kitab Suci, semakin atang dalam berpikir positif dan semakin
melepas dirinya dari cengkeraman duniawi.
Dalam sejarah keselamatan Israel, Saul adalah raja pertama Israel yang dipilih dari kalangan rakyat untuk
memimpin umat Israel dengan
kriteria ia beriman teguh kepada Allah, ia diutus menjadi pemimpin Israel
karena Tuhan memilihnya. Namun manakala ia luntur dalam pengabdiannya, ia
diganti oleh Daud. “Lalu Samuel berkata
kepada Isai:”Inikah anakmu semuanya? Jawabnya:”Masih tinggal yang bungsu tetapi
sedang menggembalakan kambing domba”. Kata Samuel kepada Isai:”Suruhlah
memanggil dia sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang
kemari.Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia merah-merahan, matanya indah
dan parasnya elok. Lalu Tuhan berfirman:”Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah
dia. Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud
di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah
Roh Tuhan atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama” (1 Sam 16:11-12).
Demikian pula kepemimpinan dalam
gereja terjadi karena kehendak Allah. Allah yang mengundang setiap pribadi dan
seseorang dengan bebas menjawab ya atau tidak. Bila ya maka selalu ada
konsekwensinya yaitu harus taat karena segala apa yang terjadi dalam diri
seseorang yang dipanggil merupakan utusan Tuhan. Sebagai utusan Tuhan maka yang
menjadi sumber kegiatan utama adalah kehendak Tuhan yang selalu harus
diperbaharui dan dipelajari. Apa yang dilakukan ats kehendak Tuhan tentu
merupakan proses kasih dan kesetiaan. Sekali Tuhan memilih, Ia tetap
memperhitungkan apa yang telah menjadi pilihannya walaupun kadang orang yang
dipilih Tuhan membangkang atau khilaf. Hanya melalui pertobatan dan pembaharuan
yang terus menerus setiap orang yang dipanggil dan dipilih Tuhan dapat
melestarikan berkat yang Tuhan berikan antara lain:
1.
Sadar
bahwa Allah yang memilih dan menunjuk seseorang untuk menjadi alat-Nya;
2.
Allah
menunggu jawaban dan konsekwensi jawaban atas panggilan yang diuraikan dalam
rasa tanggung jawab atas tugas ydan ebrkat yang Tuhan berikan kepadanya;
3.
Rasa
tanggung jawab itu akan terungkap dalam pertumbuhan kepribadian yang semakin
matang; hidup doa yang memperkuat panggilan
4.
Dalam
karyanya ia mempunya visi, misi dan strategi untuk kemuliaan Tuhan.
5.
Dalam
panggilan yang penuh berkat terdapat suka duka yang mendera namun ia selalu
mempunyai harapan; sehingga jawaban akan tantangan yang mendewasakan ini
melahirkan kegembiraan yang terpancara dalam hdiupnya.
6.
Semua
orang yang hidup di sekitarnya merasakan buah-buah roh dalam bentuk kesejukan
hati; membawa damai sejahtera; memuat pengertian serta melahirkan koreksi dalam
kasih sehingga memotivasi orang lain untuk lebih mencitai Tuhan dan sesama.
Kehadirannya menjadi berkat bagi orang lain.
DOA
Tuhan kami bersyukur
kepada-Mu
Karena dalam setiap
waktu dan kesempatan
Engkau memilih
seorang pemimpin bagi kami.
Kami mohon semoga
Roh Kudus-Mu
Menerangi para pemimpin
kami
Agar mereka secara
bijakana melayani kami semua
Tanpa pandang bulu
melalui kebersahajaan dan kesederhanaan
Sehingga kami boleh
dilayani dengan penuh sukacita.
Semoga kami boleh
berharap agar kami mendapatkan kesejukan, damai sejahtera dan kasih
Melalui pelayanan
pemimpin kami.
Kami mohon juga agar
para pemimpin kami diberi kesehatan prima
Sehingga mereka
dapat melayani dengan segala eksungguhn hati.
Berkatilah selalu
apa yang menjadi visi dan misi serta strategi
Yang membantu kami
melaksanakan dan mewartakan KerajaanAllah.
Demi Kristus
Putera-Mu kini dan sepanjang masa.
Amin
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |