Written by Paus Benediktus XVI at Sunday, 24 May 2009 (486 hits)
Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan
Saudara dan Saudari Terkasih,
1. Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang, Saya ingin menyampaikan kepada anda beberapa permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki terhadap perilaku-perilaku komunikasi juga terhadap ragam hubungan manusia. Pergeseran itu secara istimewa dialami oleh kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru dan telah merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri. Mereka berusaha memahami dan memanfaatkan peluang yang diberikan olehnya, sesuatu yang bagi kita orang dewasa seringkali dirasakan cukup asing. Dalam pesan tahun ini, Saya ingat akan mereka yang dikenal sebagai generasi digital, dan Saya ingin berbagi dengan mereka, khususnya tentang gagasan-gagasan menyangkut potensi ulung teknologi baru demi mamajukan pemahaman dan rasa kesetiakawanan manusia. Teknologi baru sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita mesti memberikan jaminan bahwa manfaat yang dimilikinya tentu dipergunakan untuk melayani semua manusia secara pribadi dan komunitas, teristimewa mereka yang kurang beruntung dan menderita.
(Manfaat Media Baru)
2. Akses terhadap telpon seluler dan
komputer yang kian mudah disertai dengan jangkauan dan penyebaran
internet secara meluas sampai ke wilayah jauh dan terpencil telah
menjadikan internet sebagai prasarana jalan bagi penyampaian berbagai
jenis pesan. Sungguh sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh
generasi-generasi sebelumnya. Daya dasyat media baru ini telah
digenggam oleh orang-orang muda dalam mengembangkan jalinan, komunikasi
dan pengertian di antara individu maupun secara bersama. Mereka telah
beralih ke media baru sebagai sarana berkomunikasi dengan teman-teman,
berjumpa dengan teman-teman baru, membangun paguyuban dan jejaring,
mencari informasi dan berita, serta sarana berbagi gagasan dan
pendapat. Budaya baru ini membawa banyak manfaat bagi komunikasi,
antara lain keluarga-keluarga tetap bisa berkomunikasi meski terpisah
oleh jarak yang jauh, para pelajar dan peneliti memperoleh peluang
lebih cepat dan mudah kepada dokumen, sumber-sumber rujukan dan
penemuan-penemuan ilmiah sehingga mereka mampu bekerja secara bersama
meski dari tempat yang berbeda. Lebih dari itu, kodrat interaktif yang
dihadirkan oleh berbagai media baru mempermudah pembelajaran dan
komunikasi dalam bentuk yang lebih dinamis dan pada akhirnya memberikan
sumbangsih bagi perkembangan sosial.
(Jangan hanya terpukau
dengan kecanggihan teknis media baru. Media baru sebagai jawaban
mendasar kerinduan umat manusia untuk berkomunikasi)
3.
Kita tidak perlu terlalu terpukau dengan kehebatan media baru dalam
menjawab kerinduan manusia dalam berkomunikasi dan berelasi dengan
sesama, karena sesungguhnya, hasrat berkomunikasi dan bersahabat ini
berakar dari kodrat kita yang paling dalam sebagai manusia dan tak
boleh dimengerti sebagai jawaban terhadap berbagai inovasi teknis.
Dalam terang amanat Kitab Suci, hasrat untuk berkomunikasi dan
berhubungan dengan orang lain, pertama-tama harus dimengerti sebagai
ungkapan peran-serta kita akan kasih Allah yang komunikatif dan
mempersatukan, yang ingin menjadikan seluruh umat manusia sebagai suatu
keluarga. Tatkala kita ingin mendekati orang lain, tatkala kita ingin
mengetahui lebih banyak tentang mereka dan membuat kita dikenal oleh
mereka maka saat itulah kita sedang menjawab panggilan Allah, yakni
panggilan yang terpatri dalam kodrat kita sebagai mahkluk yang
diciptakan seturut gambar dan rupa Allah, Allah komunikasi dan
persekutuan.
( Hasrat mendasar manusia adalah berkomunikasi)
4.
Hasrat saling berhubungan dan naluri komunikasi yang melekat dalam
kebudayaan masa kini sungguh dipahami sebagai ungkapan kecenderungan
mendasar dan berkelanjutan manusia modern untuk menjangkau keluar serta
mengupayakan persekutuan dengan orang lain. Tatkala kita membuka diri
terhadap orang lain, kita sedang memenuhi hasrat kita yang terdalam
dan menjadi lebih sungguh manusia. Pada dasarnya, mengasihi adalah hal
yang dikehendaki oleh Sang Pencipta. Dalam hal ini, Saya tidak
berbicara tentang hubungan sekilas dan dangkal, tetapi tentang kasih
yang sesungguhnya, yang menjadi inti ajaran moral Yesus: "Kasihilah
TuhanAllahmu dengan sepenuh hati, dengan seluruh jiwa raga, dengan
seluruh akal budimu dan dengan seluruh kekuatanmu" dan " kasihilah
sesamamu seperti dirimu sendiri" (bdk. Mrk 12:30-31). Dalam terang
pemahaman ini, merenungi makna teknologi baru sungguh penting, agar
kita tidak sekadar menaruh pehatian pada kemampuannya yang tak dapat
diragukan itu, tetapi terutama pada kwalitas isi yang disebarkan
melalui media tersebut. Saya ingin mendorong semua orang yang
berkehendak baik yang sedang bergiat di lingkungan komunikasi digital
masa kini untuk sungguh membaktikan diri dalam memajukan budaya
menghomati, dialog dan persahabatan.
Oleh karena itu, mereka
yang bergiat dalam pembuatan dan penyebaran isi media baru harus
benar-benar menghormati martabat dan nilai pribadi manusia. Apabila
teknologi baru dipergunakan untuk melayani kebaikan pribadi dan
masyarakat, semua penggunanya akan mengelakkan tukar menukar kata dan
gambar yang merendahkan umat manusia, keintiman hubungan seksual, atau
yang mengeksploitasi orang lemah dan menderita.
( Media baru sebagai gelanggang berdialog)
5.
Teknologi baru juga membuka jalan untuk dialog di antara orang-orang
dari berbagai negara, budaya dan agama. Gelanggang digital baru yang
disebut jagat maya, memungkinkan mereka untuk bertemu dan saling
mengenal kebiasaan dan nilai-nilai mereka masing-masing.
Perjumpaan-perjumpaan yang demikian, jika ingin berhasil guna, menuntut
bentuk pengungkapan bersama yang jujur dan tepat disertai sikap
mendengar dengan penuh perhatian dan penghargaan. Bila dialog
bertujuan untuk memajukan pertumbuhan pengertian dan sikap setia kawan,
ia harus berakar pada ikhtiar mencari kebenaran sejati dan bersama.
Hidup bukanlah sekadar rangkaian peristiwa dan pengalaman. Hidup adalah
sebuah pencarian kebenaran, kebaikan dan keindahan. Untuk maksud inilah
maka kita membuat pilihan; untuk maksud inilah maka kita meragakan
kebebasan kita, dengan maksud inilah-yakni dalam kebenaran, dalam
kebaikan dan dalam keindahan-kita menemukan kebahagiaan dan sukacita.
Kita tidak boleh membiarkan diri diperdaya oleh orang-orang yang
memandang kita semata-mata sebagai konsumen sebuah pasar, yang dijejali
dengan aneka ragam kemungkinan, yang mengubah pilihan menjadi barang,
kebaruan mengganti keindahan dan pengalaman sukyektif menggantikan
kebenaran.
(Persahabatan 'on-line' dan persahabatan riil)
6.
Gagasan tentang persahabatan telah mendapat pemahaman baru oleh
munculnya kosa kata jaringan sosial digital dalam beberapa tahun
belakangan ini. Gagasan ini merupakan suatu pencapaian yang paling
luhur dalam budaya manusia. Dalam dan melalui persahabatan, kita
bertumbuh dan berkembang sebagai manusia. Karena itu, persahabatan
yang benar harus selalu dilihat sebagai kekayaan paling besar yang
dapat dialami oleh pribadi manusia. Dengan ini, kita mestinya hati-hati
memandang remeh gagasan atau pengalaman persahabatan. Sungguh
menyedihkan apabila hasrat untuk mempertahankan dan mengembangkan
persahabatan 'on-line' mengorbankan kesempatan untuk keluarga, tetangga
serta mereka yang kita jumpai dalam keseharian di tempat kerja, di
tempat pendidikan dan tempat rekreasi. Apabila hasrat akan jalinan maya
berubah menjadi obsesi, maka hasrat itu akan memarjinalkan pribadi dari
interaksi sosial sehari-hari sekaligus menghambat pola istirahat,
keheningan dan permenungan yang berguna bagi perkembangan kesehatan
manusia.
7. Persahabatan adalah kekayaan terbesar manusia,
tetapi nilai ulungnya bisa hilang apabila persahabatan itu dipahami
sebagai tujuan itu sendiri. Sahabat harus saling mendukung dan saling
memberi dorongan dalam mengembangkan bakat dan pembawaan mereka serta
memanfaatkannya demi pelayanan umat manusia. Dalam konteks ini, sungguh
membanggakan bila jejaring digital baru beriktiar memajukan
kesetiakawanan umat manusia, damai dan keadilan, hak asasi manusia dan
penghargaan terhadap hidup manusia serta kebaikan ciptaan. Jejaring ini
dapat mempermudah bentuk-bentuk kerjasama antar manusia dari konteks
geografis dan budaya yang berbeda serta membuat mereka mampu
memperdalam rasa sepenanggungan demi kebaikan untuk semua. Karena itu,
secara tegas kita harus menjamin bahwa dunia digital, dimana jejaring
serupa itu dapat dibangun, adalah dunia yang sungguh terbuka untuk
semua orang. Sungguh menjadi tragedi masa depan umat manusia apabila
sarana baru komunikasi yang memungkinkan orang berbagi pengetahuan dan
informasi dengan cara yang lebih cepat dan berdayaguna, tidak terakses
oleh mereka yang terpinggirkan secara ekonomi dan sosial, atau apabila
ia hanya membantu memperbesar kesenjangan yang memisahkan orang miskin
dari jejaringan baru itu yang justru dikembangkan bagi pelayanan
sosialisasi manusia dan penyebaran informasi.
(Pesan khusus untuk kaum muda: menginjil di dunia digital)
8.
Saya bermaksud menyimpulkan pesan ini dengan menyampaikan secara khusus
kepada orang muda katolik untuk mendorong mereka memberikan kesaksian
iman dalam dunia digital. Saudara dan Saudari terkasih, Saya meminta
kepada anda sekalian untuk memperkenalkan nilai-nilai yang melandasi
hidup anda ke dalam lingkungan budaya baru yakni budaya teknologi
komunikasi dan informasi. Pada awal kehidupan gereja, para rasul
bersama murid-muridnya mewartakan kabar gembira tentang Yesus kepada
dunia orang Yunani dan Romawi. Sudah sejak masa itu, keberhasilan karya
evangelisasi menuntut perhatian yang seksama dalam memahami kebudayaan
dan kebiasaan bangsa-bangsa kafir sehingga kebenaran Injil dapat
menjamah hati dan pikiran mereka. Demikian juga pada masa kini, karya
pewartaan Kristus dalam dunia teknologi baru menuntut suatu
pengetahuan yang mendalam tentang dunia jika teknologi itu dipergunakan
untuk melayani perutusan kita secara berdayaguna.
9. Kepada
anda kalian, orang-orang muda, yang memiliki hubungan spontan terhadap
sarana baru komunikasi, supaya bertanggungjawab terhadap evangelisasi
'benua digital' ini. Pastikan untuk mewartakan Injil ke dalam dunia
jaman sekarang dengan penuh semangat. Kamu mengetahui kecemasan dan
harapan mereka, cita-cita dan kekecewaan mereka. Hadiah terbesar yang
dapat kalian berikan kepada mereka adalah berbagi dengan mereka "kabar
gembira" Allah yang telah menjadi manusia, yang menderita, wafat dan
bangkit kembali untuk menyelamatkan semua orang. Hati umat manusia
sedang haus akan sebuah dunia dimana kasih meraja, dimana anugerah
dibagikan dan dimana jati diri ditemukan dalam bentuk persekutuan yang
saling menghargai. Iman kita mampu menjawab harapan-harapan itu.
Semoga kamu menjadi bentaraNya! Ketahuilah, Bapa Suci memberkati anda
dengan doa dan berkatnya
Vatikan, 24 Januari 2009, pesta Santo Fransiskus de Sales
Paus Benediktus XVI
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |