cpanel

Tips

Tips Mencari Artikel
Untuk memudahkan mencari artikel, anda tinggal klik pada Search lalu masukkan kata apa yang dicari. Contoh kata "WFX 47" maka semua artikel di WFX edisi 47 akan muncul. Atau contoh lain kata "Doa" maka semua isi yang ada kaitannya dengan Doa akan muncul. Selamat mencoba
 
» Home arrow Renungan Romo arrow ANAK-ANAK ALLAH
Saturday, 31 July 2010
ANAK-ANAK ALLAH PDF Print E-mail
Written by fransiscus agung marsono at Tuesday, 09 June 2009 (755 hits)

 Image

Oleh: Rm. Hubert Hady Setiawan, Pr  

 

AWAL PENCIPTAAN:

Pada awal mula, Allah menciptakan dunia dengan segala isinya dan terakhir Allah menciptakan manusia (Adam) yang penuh berkat dan rahmat kekudusan. Karena rahmat pengudusan ini Adam tinggal di Taman Eden. Lalu Allah mengambil dari tulang rusuk Adam sehingga hadirlah yang setara dan sepadan dengan Adam; maka jadilah lelaki  dan perempuan. Hidup mereka terjamin dan penuh sukacita dan kebahagiaan. Namun pada kurun waktu tertentu manusia tergoda. Manusia memberontak terhadap Allah karena ia ingin sama dengan Allah. Inilah dosa awal manusia. Sebagai konsekuensinya manusia harus meninggalkan taman Eden dan hidup di bumi yang penuh dengan perjuangan, kepahitan dan kesulitan. Namun Allah tetap memberikan berkat dan rahmat-Nya sehingga manusia diharapkan dapat berbenah diri. Adam-Hawa yang menyatu dalam keluarga melahirkan generasi penerus sampai saat ini, sehingga setiap ayah-ibu yang dikaruniai anak akan membawa hal-hal positif maupun negatif dalam diri mereka. Dosa akan selalu menggoncang kehidupan manusia.

 

Dalam sejarah manusia dosa itu hadir. Demikian pula dosa hadir dalam kehidupan berkeluarga sehingga perlu penanganan serius tentang kebiasaan buruk ini. Peranan orangtua dalam penyadaran akan nilai baik-buruk ; salah-benar; dosa kecil-dosa berat perlu mendapat perhatian dalam proses pendidikan anak. Anak-anak harus tahu apakah dosa itu? Setiap perbuatan yang menentang kasih Allah itulah dosa. Pelanggaran kasih merupakan pengrusakan relasi antara Allah dan manusia yang berdampak kepada sesama. Karena manusia kebal, maka ia tidak dapat melihat dengan nyata dan jeli arti dosa bagi dirinya. Ia tidak sadar akan arti  penolakan Allah dan pemberontakan terhadap-Nya melalui pikiran dan perbuatan kita. Maka hanya melalui terang wahyu ilahi orang melihat: Apa dosa itu, terutama dosa asal. Dosa adalah penyalahgunaan kebebasan, yang Allah berikan kepada manusia, citra Allah yang berakalbudi, agar manusia mencintaiNya dan mencintai satu sama lain. (bdk 1 Yoh 1:8)  

 

Untuk melestarikan nilai-nilai kasih dalam keluarga maka Allah memberikan tugas mulia kepada orangtua.Tugas untuk memberikan pendidikan berakar dalam panggilan utama orang-orang yang menikah untuk mengambil bagian dalam karya penciptaan Allah: dengan memperanakkan dalam kasih dan untuk kasih seorang pribadi baru yang di dalam dirinya mempunyai panggilan untuk tumbuh dan berkembang, orangtua justru oleh karena kenyataan itu mengemban tugas kewajiban untuk membantu agar pribadi itu sungguh-sungguh mampu hidup sepenuhnya sebagai manusia. Maka orangtua harus diakui sebagai pendidik yang pertama  dan terutama bagi anak-anak mereka. Peranan mereka sebagai pendidik sedemikian menentukan sehingga hampir tidak ada suatu apa pun yang dapat mengganti bila mereka gagal menunaikan tugas itu. Menjadi kewajiban orang tualah menciptakan suasana keluarga yang sedemikian dijiwai  oleh cinta kasih dan sikap hormat kepada Allah dan berusaha untuk menghilangkan  dosa dan kebiasaan buruk.  Dan orang-orang lain sehingga perkembangan pribadi dan sosial yang utuh dapat dipupuk di antara anak-anak. Maka keluarga adalah sekolah pertama demi keutamaan-keutamaan sosial yang dibutuhkan oleh setiap masyarakat.          

 

Hak dan kewajiban orangtua memberikan pendidikan adalah hal yang essensial, sebab berhubungan dengan hal meneruskan hidup manusia; adalah hal yang asli dan utama bila dibandingkan dengan peranan mendidik yang diemban oleh orang-orang lain, sebab hubungan penuh kasih antara orangtua dan anak-anak bersifat khas; dan adalah hal yang tak tergantikan serta tak teralihkan, dan dengan demikian tidak dapat dilimpahkan seluruhnya kepada orang-orang lain atau diambil alih oleh orang-orang lain.          

 

Hal lain yang tidak boleh terlupakan dalam pendidikan anak adalah cintakasih orang tua, yang akan terpenuhi dalam tugas mendidik sebagai sumber hidup dan sekaligus asas penjiwa dan norma yang mengilhami dan membimbing seluruh kegiatan konkret pendidikan, dengan memperhatikan juga nilai-nilai lemah lembut dan bijaksana.            

 

Pendidikan spiritual dalam keluarga akan mewarnai setiap anak. Bila orangtua membiasakan diri berdoa bersama, maka anak-anak pun akan melanjutkan kebiasaan yang positif ini dalam kehidupan mereka kelak baik sebagai orang yang berkeluarga atau menjadi imam atau biarawan-wati nantinya. Doa keluarga memiliki sifat-sifat khasnya sendiri. Doa keluarga adalah doa yang dipersembahkan bersama suami-istri-anak. Persatuan dalam doa merupakan konsekuensi maupun tuntutan demi persatuan yang diberikan oleh sakramen Baptis dan sakramen Perkawinan. :Jika dua orang dari antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu di sorga. Sebab di tempat dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di sana Aku ada di tengah-tengah mereka.(Mt 18:19-20)         

Teladan konkrit dan kesaksian hidup orangtua sungguh mendasarkan dan tak tergantikan dalam mendidik anak-anak mereka untuk berdoa. Hanya dengan berdoa bersama dengan anak-anak mereka dapatlah seorang ayah dan seorang ibu – dalam menunaikan imamat rajawi mereka – masuk ke dalam lubuk hati terdalam anak-anak mereka dan memberikan kesan yang tidak akan dapat dihapuskan oleh peristiwa-peristiwa dalam hidup  mereka pada selanjutnya.

 Paus Paulus VI pernah berkata: ”Ibu-ibu apakah Anda mengajarkan kepada anak-anak Anda doa doa Kristiani? Apakah Anda mempersiapkan mereka, bersama dengan Imam-Imam, untuk menerima sakramen-sakreman pada masa muda mereka, yakni: Pengakuan Dosa, Komuni, dan Penguatan? Bila mereka sakit, apakah Anda mendorong mereka untuk mengingat Kristus yang menderita, untuk memohon pertolongan Santa Perawan Maria dan orang-orang kudus? Apakah Anda berdoa Rosario bersama: Dan Anda semua, bapak-bapak, berdoakah Anda bersama dengan anak-anak Anda, dengan seluruh persekutuan rumahtangga, sekurang-kurangnya kadang-kadang? Teladan Anda untuk jujur dan tulus berpikir dan bertindak, digabung dengan doa bersama, merupakan pelajaran untuk hidup, tindakan bersembah sujud yang istimewa nilainya. Dengan cara itu Anda mendatangkan kedamaian pada rumah Anda: Pax hui domui. Ingatlah, dengan cara itulah Anda membangun Gereja dan anak-anak Anda.   

 

Kuta, 31 Juli 2009


Be first to comment this article
RSS comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3

Last Updated ( Tuesday, 09 June 2009 )
 
< Prev   Next >