Written by John German Seran at Thursday, 09 July 2009 (591 hits)
Perayaan Ekaristi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di gereja paroki Santo Fransiskus Xaverius Kuta selalu meriah dengan penerimaan Komuni pertama anak-anak. Seperti tahun ini, 14 Juni 2009, sebanyak empat puluh delapan anak menerima komuni pertama.
Pukul 09.00 anak-anak dalam busana putih-putih dalam langkah mantap berarak menuju altar Tuhan, didampingi orangtua/wali. Imam pemimpin upacara, Rm. Hubert Hady Setiawan, Pr bersama para Pro Diakon dan misdinar di barisan belakang. Senyum selalu menghias wajah mereka. Sementara di dalam gereja, ratusan umat telah memenuhi tempat duduk yang tersedia, dan koor dari santa Elisabeth Tuban mendendangkan lagu pembukaan. Di depan altar, wakil orangtua maju dan menyampaikan permohonan kepada Romo agar anak-anaknya diperbolehkan untuk menerima Komuni kudus untuk pertama kalinya. Dan Romo Paroki, yang juga ekonom Keuskupan Denpasar, dengan senyumnya yang khas mengabulkan permohonan itu, dan perayaan Ekaristipun dimulai. Sebelum memulai kotbahnya, Romo Paroki Kuta ini mengundang seorang anak dan salah satu orangtua tampil ke depan. Sang anak yang ditanyai perasaannya, dengan lugu menjawab, bahwa dia senang karena sesaat lagi akan menerima Tubuh Kristus. Sementara wakil orangtua yang bukan asli Indonesia, dalam bahasa Indonesianya yang terbata-bata, hanya menjawab ‘bagus’. Sedangkan ketika Romo bertanya tentang apa yang harus dilakukan orangtua selanjutnya, Ia menjawab singkat, ‘doakan’. Selanjutnya, Romo Hady mengingatkan anak-anak dan orangtua/wali akan pentingnya ‘kerinduan akan persatuan dengan Kristus’. Mengutip kisah hidup Santo Fransiskus dari Asisi sebagai ilustrasi kotbahnya, beliau menjelaskan bahwa anak-anak yang akan menerima Tubuh Kristus untuk pertama kalinya, harus memiliki kerinduan akan Kristus sebagaimana Santo Fransiskus, yang rela melepaskan segala hal yang dimilikinya untuk bersatu dengan Kristus. Dan kepada para orangtua, Romo berpesan agar selalu mendampingi anak-anak agar kerinduan akan Kristus yang sudah ada di dalam hati mereka tetap bernyala-nyala. Akhirnya saat yang dinantikan itu tiba. Setelah komentar yang dibawakan oleh Ibu Yus, salah satu pendamping anak-anak calon sambut baru, anak-anak berarak ke depan didampingi orangtua/wali untuk menerima Tubuh Tuhan. Semua terlihat gembira. Kegembiraan anak-anak Allah, yang telah bersatu dengan-Nya. Anak-anak Allah yang akan menikmati janji Kristus, “Inilah Tubuh-Ku, Inilah Darah-Ku, makanlah dan minumlah supaya kamu hidup”. Proficiat kepada anak-anak yang menerima komuni pertama. Semoga kerinduan akan Kristus tetap bernyala-nyala di dalam hatimu.***
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |