cpanel

Tips

Tips Mencari Artikel
Untuk memudahkan mencari artikel, anda tinggal klik pada Search lalu masukkan kata apa yang dicari. Contoh kata "WFX 47" maka semua artikel di WFX edisi 47 akan muncul. Atau contoh lain kata "Doa" maka semua isi yang ada kaitannya dengan Doa akan muncul. Selamat mencoba
 
» Home arrow Beranda Iman arrow Gereja Sejati
Thursday, 11 March 2010
Gereja Sejati PDF Print E-mail
Written by John German Seran at Thursday, 09 July 2009 (498 hits)
Seorang sahabat non Kristen pernah bertanya kepada saya seperti ini, “Pak, Gereja Kristen itu banyak sekali ya? Mana sih yang didirikan oleh Yesus?” Pertanyaan seperti ini, mungkin pernah ditanyakan juga kepada anda. Apa jawabmu? Dalam artian Gereja sebagai sebuah institusi, agak sulit mengatakan sebuah Gereja sebagai Gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus. Karena Yesus Kristus sendiri tidak pernah mendirikan sebuah Gereja. Hanya saja, dari Kitab Suci, khususnya catatan tentang pemilihan dan penetapan para Rasul sebagai penerus misi Yesus, berikut pengangkatan Petrus sebagai pemimpin para Rasul, sebagai batu karang tempat berdirinya Gereja, dapat kita katakana bahwa Gereja yang didirikan Kristus itu mestinya memiliki beberapa cirri berikut:
Gereja Adalah Satu (Roma 12:5; 1 Korintus 10:17; 12:13; Katekismus Gereja Katolik 813–822)

Yesus hanya mendirikan satu Gereja, bukan kumpulan gereja-gereja yang berbeda-beda (Lutheran, Calvinis, Baptis, Anglikan dan sebagainya). Alkitab mengatakan bahwa Gereja adalah mempelai Kristus (Efesus 5:23–32). Yesus hanya mempunyai satu mempelai, dan mempelai-Nya adalah Gereja Katolik.

Gereja-Nya juga mengajarkan satu set doktrin, yang harus sama seperti yang diajarkan oleh para Rasul (Yudas 3). Ini adalah kesatuan iman yang diminta oleh Kitab Suci terhadap kita (Filipi 1:27, 2:2).

Meskipun ada umat Katolik yang menyeleweng dari doktrin-doktrin yang diajarkan secara resmi, para guru-guru resmi Gereja - Bapa Suci Sri Paus dan pada Uskup yang bersatu dengannya - tidak pernah mengganti doktrin apapun. Selama berabad-abad, sebagaimana doktrin-doktrin diperiksa secara lebih menyeluruh, Gerejapun memahami lebih mendalam (Yohanes 16:12-13), tetapi Gereja tidak pernah menginterpretasikan ajaran-ajaran tersebut secara bertolak belakang dibandingkan arti yang telah dipahami sebelumnya.

Gereja Adalah Kudus (Efesus 5:25–27; Wahyu 19:7–8; Katekismus Gereja Katolik 823–829)

Dengan rahmat-Nya Yesus membuat Gereja kudus, sama seperti diri-Nya sendiri kudus. Ini tidak berarti setiap anggota juga selalu kudus. Yesus berkata bahwa ada umat yang baik dan buruk di dalam Gereja (Yohanes 6:70), dan tidak semua umat akan masuk surga (Matius 7:21-23).

Tetapi Gereja itu sendiri adalah kudus karena Gereja adalah sumber kekudusan dan adalah pelindung rahmat-rahmat khusus yang Yesus tentukan, yaitu sakramen-sakramen (Efesus 5:26).

Gereja Adalah Katolik (Matius 28:19–20; Wahyu 5:9–10; Katekismus Gereja Katolik 830–856)

Gereja Yesus disebut katolik ("universal" dalam bahasa Yunani) karena merupakan karunia-Nya kepada segenap umat manusia. Dia mengirimkan para Rasul-rasul-Nya untuk pergi ke segala penjuru dunia dan mengambil murid dari segala bangsa (Matius 28:19–20).

Selama 2000 tahun Gereja Katolik telah menjalankan misi ini, mewartakan kabar gembira bahwa Kristus telah wafat bagi segenap umat manusia dan bahwa Ia menginginkan kita semua menjadi anggota keluarga-Nya yang universal (Galatia 3:28).

Pada masa kini Gereja Katolik dapat ditemukan di setiap negara-negara di dunia dan masih terus mengirimkan misionaris untuk membaptis segala bangsa (Matius 28:19).

Gereja yang Yesus bangun sudah dikenal melalui sebutannya yang paling umum, "Gereja Katolik," setidaknya sejak tahun 107 Masehi, ketika Ignatius dari Antiokia (salah satu Church Fathers) menggunakan sebutan ini untuk menjelaskan satu Gereja yang Yesus dirikan. Bahkan pada masa Ignatius sebutan itu sudah lama digunakan, yang berarti sebutan itu bahkan mungkin sudah digunakan sejak masa hidup para Rasul.

Gereja Adalah Apostolik (Efesus 2:19–20; Katekismus Gereja Katolik 857–865)

Gereja yang Yesus dirikan bersifat apostolik karena Dia menunjuk para Rasul (=apostolos) untuk menjadi pemimpin-pemimpin Gereja yang pertama, dan para pengganti mereka sebagai pemimpin-pemimpin dimasa depan. Para Rasul adalah uskup-uskup yang pertama, dan sejak abad pertama, ada urut-urutan uskup-uskup Katolik yang dengan setia meneruskan apa yang diajarkan oleh para Rasul kepada umat Kristen pertama melalui Kitab Suci dan Tradisi Lisan (2 Timotius 2:2).

Ajaran-ajaran ini termasuk diantaranya kebangkitan badan oleh Yesus, Kehadiran Sejati oleh Yesus dalam Ekaristi, Misa Kudus yang bersifat kurban persembahan, pengampunan dosa melalui seorang imam, regenerasi pembaptisan, keberadaan Api Penyucian, peran khusus Maria, dan masih banyak lagi - bahkan termasuk doktrin suksesi kerasulan itu sendiri.

Tulisan-tulisan Kristen purba membuktikan bahwa orang-orang Kristen pertama adalah sepenuhnya Katolik dalam iman dan prakteknya, dan mematuhi para penerus kedudukan Rasul-rasul sebagai pemimpin-pemimpin mereka. Apa yang dipercaya oleh orang-orang Kristen ini masih dipercaya oleh Gereja Katolik. Tidak ada gereja lainnya yang dapat membuat pengakuan serupa.***



Be first to comment this article
RSS comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3

Last Updated ( Thursday, 09 July 2009 )
 
< Prev   Next >