Written by Rm. Hubert Hady Setyawan, Pr at Tuesday, 15 September 2009 (741 hits)
Bulan September adalah Bulan Kitab Suci Nasional. Tema tahun 2009 adalah: YAKUB : PERGUMULANNYA DENGAN ALLAH DAN MANUSIA. (Kejadian 27:1-40; 28:10-22; 29:15-30; 32:9-12;32:22-33:4). Tokoh yang satu ini adalah salah satu Bapa Bangsa Israel. Nama Israel adalah nama yang diberikan kepadanya karena ia berjumpa dengan Allah. Allah menampakkan Diri kepadanya melalui sebuah mimpi (Kej 28:10-22). Yakub adalah putera Ishak. Ia mempunyai saudara kembar bernama Esau. Dalam Kitab Suci Yakub masuk dalam tatanan kepemimpinan Israel karena sejarah. Dalam permenungan bulan Kitab Suci ini kita akan merenungkan apa yang dialami oleh Yakub dan pengaruhnya dalam tata sosial dan keselamatan.
Kisah kehidupan Yakub berawal dari ceritera Abraham Bapa Bangsa yang meninggalkan tanah leluhur untuk mendapatkan pencerahan dalam kaitan dengan imannya. Ia tidak merasa nyaman tinggal di Ur karena pelbagi pertimbangan moral, keamanan dan harapan masa depannya. Sebagai orang yang merantau Abraham mengandalkan Yahwe yang menuntunnya. Banyak kejadian yang menghiasi kehidupannya baik-buruk, jatuh-bangun tetapi selalu ada berkat. Percobaan yang paling berat dalam hidup Abraham adalah ketika Yahwe mengujinya. Ia diminta untuk memberikan anaknya yang tunggal untuk dipersembahkan kepada Yahwe. Abraham taat dan yakin bahwa apa yang dikehendaki Allah pasti yang terbaik. Karena ketaatannya Abraham mendapat berkat. Abraham yakin bahwa Allah selalu menyediakan. Melalui pengalaman iman yang jatuh bangun Abraham menjadi Bapa Bangsa kaum beriman. Sesudah peristiwa yang penuh tantangan dan berkat ini Ishak tumbuh dan berkembang. Dan pada waktunya ia menikah dengan Ribka dan dikauniai anak kembar bernama: Esau dan Yakub (Kej 25:22-28).”Firman Tuhan kepadanya:Dua bangsa ada dalam kandunganmu dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda” (Kej 25:23). Kehidupan keseharian dialami sama seperti kita semua. Ada gelak tawa, ada duka dan cobaan yang menghiasi kehidupan mereka. Sebagai saudara kembar tentu banyak hal yang mirip namun ada juga perbedaan. Bakat dan talenta setiap orang unik.. Esau pandai berburu sedangkan Yakub suka tinggal di rumah. Masing masing membawa kelebihan dan kekurangan. Diam diam mereka membuat janji. Yang agak aneh adalah mereka saling bertukar kesulungan secara tanpa sadar (Kej 25::29-34) “Berikanlah kiranya aku menghirup sedikit dari yang merah-merah itu, kaena aku lelah; tetapi kata Yakub:Juallah dahulu kepadaku hak kesulunganmu”(Kej 25:30) Ketika Ishak sudah tua,menurut tata adat Ishak harus memberi hak kepada anaknya yang sulung.Ribka bertanya:”mengapa harus yang sulung? Mengapa bukan yang berkwalitas?”. Maka dibuatlah siasat untuk melawan ketidakadilan ini. Ribka menyediakan segala persiapan upacara dengan hasil berkat jatuh pada Yakub. Akibatnya? Esau kehilangan hak kesulungan dan berkat.”Dibrkatilah dia katanya:”Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati Tuhan. Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah. Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilan tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau diberkatilah ia” (Kej 27:27-29) Maka marahlah Esau. “Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh” (Kej 27:41b) dan Yakub melarikan diri. Dengan melarikan diri dari Gerar, Yakub mendapat penglihatan di Betel. Mimpi Yakub di Betel (Rumah Allah) menjadikan dia berubah nama dan kedudukan menjadi Israel (Allah hadir, Allah menampakan Diri). “Akulah Tuhan Alla Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan menadapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku melindungiengkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu” (Kej 28:13-15). Mimpi Yakub di Betal (Rumah Allah) menjadikan dia berubah nama menjadi Israel (Allah hadir, Allah menampakan Diri).”Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya. Alangkah dahsayatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah. Ini pintu gerbang sorga” (Kej 28:16-17). Perjalanan dan pergumulan kehidupan Yakub mirip dengan perjalanan kita yang berada dalam proses jatuh bangun. Kadang iman kita diuji. Kadang kita kuta; kadang amat lemah sehingga nyaris putus asa. Dalam kegelapan itu ternyata selalu ada titik terang biarpun secercah cahaya redup dan kecil namun punya kekuatan. Itulah kekutan Allah sama seperti yang dialami Yakub. Yakub merefleksikan apa yang dialaminya dalam sejarah kehidupannya.Ia berbuat. Ia bertindak. Ia tahu resiko kehidupan. Maka ia selalu mencari solusi bersama Tuhan. Sehingga melalui pengalaman ini Yakub mengambil hikmahnya sehingga perjalanan Yakub merupakan perjalanan kita juga. Awalnya perjalanan Yakub dari Bersyeba bertujuan untuk menyelamatkan diri dari balas dendam Esau (Kej 27:41) ; namun ternyata di depan perjalanan itu Allah menyediakan pasangan hidupnya ykni Ribka (Kej 28:1).di satu sisi dan di lain sisi, dalam perjalanan dan pelarian diri tersebut Yakub berjumpa dengan Allah dalam penglihatan. Allah berjanji memberikan tanah (Kej 28:13). Ia dijanjikan mendapat keturunan dan berkat berlimpah (Kej 28:14) dan perlindungan (Kej 28:15). Sebagai tanda sykur dan terima kasih maka Yakub berjanji kepada Allah untuk mendirikan mezbah (Kej 28:18) dan bersumpah untuk setia kepada Allah (Kej 28:12) serta memberikan persepuluhan (Kej 28:22). Inilah orang beriman yang mendapatkan berkatg melalui proses jatuh bangun dan bergumul dalam kehidupan. Imannya teguh. Kasihnya melimpah. Harapannya tumbuh dan mekar berkembang. Pengalaman hidup Yakub kiranya perlu mengajak kita untuk melihat bahwa dalam setiap kejadian Allah hadir. Campur tangan Allah ada khususnya bagi orang beriman yang bertobat. Dengan kehadiran Allah dalam setiap kesempatan yang diberkati Tuhan ini manusia harus merasa yakin bahwa janji Allah tidak sia-sia. Janji Allah pasti. Manusia dituntut untuk sabar menanti dengan menggunakan akal budi dan hatinya yang dapat menggugah kepekaan hidup rohani dan moral kehidupan. Mari, bersama Yakub kita bergumul dalam kehidupan kita sehari-hari dan selalu menghadirkan Allah dalam kehidupan kita. Selamat mengikuti dengan cermat Bulan Kitab Suci Nasional 2009. Kuta, 30 Agustus 2009
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |