cpanel

Tips

Tips Mencari Artikel
Untuk memudahkan mencari artikel, anda tinggal klik pada Search lalu masukkan kata apa yang dicari. Contoh kata "WFX 47" maka semua artikel di WFX edisi 47 akan muncul. Atau contoh lain kata "Doa" maka semua isi yang ada kaitannya dengan Doa akan muncul. Selamat mencoba
 
» Home arrow Beranda Iman arrow Didalamnyalah, Terletak Tulang Rusukku
Thursday, 11 March 2010
Didalamnyalah, Terletak Tulang Rusukku PDF Print E-mail
Written by Genoveva Yasyodhara P. at Saturday, 03 October 2009 (416 hits)
Seorang malaikat mengambil tulang rusukku.. Membawanya pergi.. Dan menyimpannya.. Enam tahun berselang dan malaikat itu meletakkannya kedalam tubuh seorang bayi perempuan yang baru lahir di dunia..

          Berlari di pematang sawah.. Hal itu lama lama menjadi kebiasaan.. Tetapi semakin sering aku melakukannya, semakin jarang aku terjatuh.. Biasanya bunda akan berjalan di belakangku dengan membawa makan siang ayah.. Dari kejauhan akan tampak capil ayah dan ayah yang sedang mencangkul sawah... Kalau sudah tampak sosoknya, aku akan berteriak-teriak memanggilnya, sehingga ia akan mengetahui kedatangan kami... Kemudian kami bertiga akan duduk di dangau. Ayah dan aku memakan bekal yang dibawa bunda, sedangkan bunda akan meladeni kami, tanpa ikut makan.. Dan ketika selesai, bunda akan mengemasi kembali tempat makan dan berbincang dengan ayah.. Biasanya ayah sambil merokok sebatang. Sedang aku senang sekali menangkap capung yang berwarna warni.. Dan kumasukkan ke dalam wadah terbuat dari bambu dan berlapis jaring tipis.. Kemudian ayah akan melanjutkan pekerjaannya dan bunda akan pulang ke rumah.. Terkadang aku tinggal di sawah dan tertidur di dangau. Tetapi di lain waktu aku akan pulang bersama bunda..

Kebetulan rumah kami bersebelahan dengan rumah pak lurah.. Sehingga aku berteman dengan cucu pak lurah, Gito yang saat itu seusiaku. Gito mempunyai seorang adik yang berusia 2tahun..

Itu ketika saat ketika sawah ayah masih ada.. Tapi ketika banyak pengembang yang mengincar tanah-tanah sawah di desa, termasuk sawah ayah, kami sekeluarga pindah ke pinggiran kota.. Dan saat itu aku mulai masuk sekolah.. Aku bersekolah di sebuah sekolah Katolik di kota.. Temanku banyak, termasuk Gito yang pada akhirnya kedua orangtuanya membeli rumah di kota.. Aku bersahabat dengan Gito sampai bahkan aku duduk di bangku SMU. Saat kami duduk di kelas tiga, kebetulan kami berdua menjadi panitia Ospek. Pada malam terakhir Ospek, ada acara ramahtamah yang dihadiri oleh seluruh murid, baik murid lama maupun murid yang baru masuk.. Saat itu aku duduk bersebelahan dengan Maria, adik Gito, yang kukenal sejak kecil.. Tetapi hatiku bergetar dekat dengannya pada malam hari itu, ketika kami duduk di malam hari diterangi api unggun.. Sejak saat itulah kami berpacaran..

Maria berhati lembut.. Kecantikannya mempesona banyak lelaki. Terlebih ketika dia menjadi solis dalam paduan suara Mudika.. Suara merdunya bukan saja mempesona kami, kaum Mudika, tetapi juga mempesona banyak umat di gereja..

Banyak lelaki berusaha mendekatinya, walau mereka sudah tahu bahwa Maria berpacaran denganku, tetapi Maria tetap meletakkan hatinya padaku..

Suatu malam yang mendung.. Sepulang latihan koor di gereja.. Kubonceng Maria untuk mengantarnya pulang.. Kami berbincang dalam rintik hujan.. Tiba-tiba terdengar suara klakson yang sangat keras dari belakang.. Belum sadar apa yang terjadi, siara benturan keras terdengar. Dan terasa motor terdorong dengan sangat keras oleh tumbukan. Menabrak pohon di tepi jalan dan tertabrak mobil dari belakang membuat aku kehilangan kesadaran..

Aku tak tahu apa yang terjadi. Ketika sadar aku sudah berada di rumah sakit.. Bunda menangis di sisi tempat tidurku.. Pada akhirnya bunda mengakui, bahwa Maria telah pergi... Itupun setelah berulangkali aku mendesak bunda untuk menjawab bagaimana keadaan kekasihku itu..

Dunia serasa gelap.. Tidak percaya, tidak terima,tidak berdaya..

          Waktu, menyembuhkan.. Setelah sembuh dari kepedihan hati oleh waktu yang lama, 5tahun, akupun mulai membuka hati.. Jesica, sepupu sekretaris perusahaan dimana aku bekerja, menjadi tambatan hatiku.. Jesica sangat populer, karena dia meniti karirnya sebagai model.. Aku sangat bangga kepadanya.. Ternyata dari sekian banyak pria, dia mau menjatuhkan pilihannya kepadaku.. Dan kami mulai merencanakan masa depan.. Saat itu karirku juga lagi bagus-bagusnya, sehingga akupun mulai memikirkan membangun rumah, tempat kami akan tinggal jika kami menikah nanti.. Rancangan rumah tersebut,kami diskusikan berdua.. Kami bersemangat sekali mencari perabot yang sesuai dengan keinginan kami berdua.. Dan rumah itu sudah siap huni, ketika perusahaan mengharuskan aku lebih sering di luar kota, karena perusahaan membuka cabang yang baru.. Jadi rencana bahagia kami untuk melangsungkan pernikahan sempat tertunda..

Suatu hari, aku pulang ke kotaku lebih cepat dari rencana.. Jesica akan show malam harinya. Jadi aku memutuskan untuk memberi kejutan padanya. Aku akan menonton peragaan busana yang dibawakannya, duduk di kursi terdepan.. Jadi siang itu rencananya, karena aku mengambil cuti, aku akan ke rumah baru untuk menata taman..

Kuhentikan mobil di depan rumah.. Dan aku terkejut karena di garasi sudah ada sebuah mobil terparkir.. Apakah aku salah masuk rumah? Ternyata tidak, karena pintu depan dapat terbuka dengan kunci yang kubawa. Tetapi bagai halilintar menyambar, ketika kulihat apa yang terjadi di sofa.. Jesica melepaskan pelukan lelaki itu dengan cepat, ketika mendengar aku masuk ke dalam rumah..

Itulah akhir hubunganku dengan Jesica..

          Sakit hati terhadap Jesica, karena dikhianati, tidak membuatku menutup diri.. Seorang Nana mampir dalam hidupku.. Nana menolong aku menjual rumah yang sudah kubangun dan tidak mungkin kutempati.. Karena di dalamnya telah terjadi pengkhianatan yang menyakitkan hati.. Nana bekerja pada sebuah perusahaan properti. Di perusahaan itulah aku mempercayakan penjualan rumahku.. Yang menerimaku sejak pertama, ya Nana itulah.. Kemudian, dia yang menangani semuanya.. Sehingga pada akhirnya aku menemukan pembeli, harganya juga sesuai, dan urusan ke notaris semuanya berjalan dengan lancar.. Walau urusan rumah sudah selesai, tetapi hubunganku dengan Nana masih terus berlanjut..

Nana berkepribadian sangat lembut.. Dan kami sudah menjalin hubungan hampir setahun, ketika itu terjadi..

Aku sedang berkunjung ke rumah Surya, teman semasa kuliah dulu.. Hari itu Surya mengundang teman-teman kuliah yang tinggal sekota, karena ada beberapa teman dari luar kota yang kebetulan berlibur. Jadi kami akan mengadakan reuni.. Rencananya aku akan mengajak Nana untuk kuperkenalkan kepada teman-teman sebagai calon istriku. Kebanyakan teman kuliahku sudah punya buntut.. Mungkin hanya aku yang terlambat menikah.. Tetapi malam itu Nana tidak bisa datang, migrain yang sering dideritanya lagi kambuh.. Terutama bila ada masalah berat, migrain itu selalu datang.. Jadi... aku pergi sendiri..

Reuni itu sendiri berjalan dengan baik. Teriakan-teriakan, terutama rasa kangen karena lama tak bertemu.. Dan aku menjadi bulan-bulanan, ketika malam itu ketahuan, hanya aku saja yang belum berkeluarga.. Kemudian kulihat dia.. Sedang menyiapkan santapan di meja prasmanan.. Tidak cantik amat, tetapi sangat menarik hatiku.. Entah mengapa, walau aku bercengkrama dengan banyak orang saat itu, tetapi pandangan mataku tak bisa terlepas daripadanya.. Aku melihatnya merapikan sayuran di piring saji, aku melihatnya mengelap gelas yang mungkin kurang bersih, aku melihanya melambaikan tangan kepada gadis berseragam dan membisikkan sesuatu..

Aku mengetahui pada akhirnya, Rania adalah pemilik catering yang ditunjuk istri Surya untuk menangani konsumsi.. Dan aku meminta nomor tilponnya kepada istri Surya..

Belakangan aku sering mengontaknya tanpa alasan yang jelas..Pura-pura akan mengadakan acara dan memerlukan jasa catering.. Atau bahkan ketika perusahaanku memerlukan, aku merekomendasikan dia dengan sungguh-sungguh..

Saat itulah aku mulai menjauhi Nana.. Ada saja kekurangan yang tampak padaku.. Tetapi memang demikian, bila kita berniat meninggalkan seseorang, kita tidak mau orang menganggap kita orang yang tidak berperasaan. Jadi kita cenderung mencari cari alasan untuk membenarkan tindakan kita. Itulah yang kulakukan terhadap Nana.. Seharusnya aku mengaku dosa untuk hal ini..

Daya tarik Rania sangat kuat menarikku.. Aku tak tahu apa yang menyebabkan demikian.. Orangtua mengatakan bahwa memang dialah jodohku..

Ternyata pada bayi perempuan inilah malaikat meletakkan tulang rusukku.. Gadis yang kupandang dengan penuh cinta di hadapanku ini..Gadis yang enam tahun lebih muda dariku,Rania.. Yang kini kugandeng di depan altar untuk menyatukan keduahati kami.. Malaikat tidak pernah salah menaruh.. Karena apa yang diperbuatnya mendapat perintah langsung dari yang Empunya rencana.. Dalam tubuh siapa, kapan dan dimana, semuanya sudah Ditentukan. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (Mrk 10:9).

          Kupandang wajah istriku.. Dia masih tertidur.. Semalam, Regina, putri kami yang baru lahir 2 minggu yang lalu rewel, sehingga berulangkali istriku terbangun.. Seringkali aku berpikir, inilah yang disediakan olehNya, yang terbaik untukku. Memang dia tidak secantik Maria, dia tidak sepopuler Jesica dan dia tidak selembut Nana.. Tetapi rupanya di dalamnyalah tulang rusukku diletakkan..

Kuelus lembut pipinya yang berjerawat.. Ia membuka matanya dan tersenyum lembut, kemudian melanjutkan tidurnya.. Entah mengapa, wanita inilah ternyata yang sangat kucintai.. Kupeluk dia dan akupun melanjutkan tidurku..***


Be first to comment this article
RSS comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3

Last Updated ( Saturday, 03 October 2009 )
 
< Prev   Next >