Written by Rm. HUbert Hady Setiawan at Saturday, 05 June 2010 (218 hits) Ekaristi, Sakramen Mahakudus. Tubuh Tuhan dalam rupa roti O santapan rejeki umat Allah Yang berjalan menju ke surga Para Kudus serta para malaikat Menghaturkan bakti penuh hormat Tiap hati Yesus kunjungi kami Menghidangkan Tubuh dan darah-Nya
Inilah lagu yang sering kita kumandangkan ketika kita menerima Komuni Kudus. Makna lagu ini mendalam karena mengisahkan makna dan arti Ekaristi Kudus yang kita santap yakni Tubuh dan Darah Kristus. Setiap tahun secara khusus Gereja Katolik merayakan Pesta Tubuh dan Darah Kristus. Tahun ini perayaan tersebut dirayakan pada tanggal 6 Juni 2010. Pada hari itu akan ada 52 anak yang yang merayakan Komuni Pertama. Kita bersyukur karena anak-anak akan menerima Tubuh dan Darah Kristus pertamakalinya. Persiapan komuni pertama telah dilakukan 6 bulan yang lalu dan dilaksanakan setiap hari Minggu pagi. Tentu anak anak sudah rindu menerima Yesus. (Aku rindu akan Tuhan dalam rupa roti kudus; aku rindu menerima Yesusku tamu jiwaku; mari Yesus marilah).
Mengapa dalam Gereja Katolik diadakan pesta Komuni Pertama? Untuk siapakah Komuni pertama itu? Di paroki setiap Minggu Pertama diadakan Baptis Bayi. Mereka dibaptis karena iman orangtuanya. Anak anak ini diberi makanan dan minuman jasmani agar mereka sehat. Dalam penerimaan Komuni Pertama, anak-anak akan menerima Yesus Pemberi Hidup secara rohani. Yesus adalah santapan Rohani. Gereja membuat suatu tradisi yang baik bagi anak-anak dengan membuat peraturan, menggunakan usia akil balik dengan harapan bahwa anak-anak sudah sesadar-sadarnya menerima Yesus dalam hati mereka. Karena itu kita harus bersyukur atas karunia dan hadiah tak terhingga yang diberikan Yesus bagi kita dan anak-anak kita melalui Sakramen Ekaristi. Setiap hari kita makan. Makanan yang diharapkan kita makan selalu 4 sehat 5 sempurna. Makanan sehat akan melahirkan tubuh yang sehat pula. Namun ini kurang cukup bagi orang yang percaya. Kita masih memerlukan makanan rohani. Adalah Yesus yang memberikan kita makanan rohani yakni Tubuh-Nya sendiri. Melalui Perjamuan Malam Yesus menyerahkan Diri-Nya untuk menjadi kurban dosa. Ia menjadi Penyelamat kita dengan menghadirkan DiriNya. Ia mengabadikan kurban salib untuk selamanya dan mempercayakan kepada Gereja, mempelaiNya yang terkasih, kenangan wafat dan kebangkitan-Nya: Sakramen cinta kasih lambang kesatuan ikatan cintakasih, perjamuan Paska. Dalam pejamuan itu Kristus disambut, jiwa dipenuhi rahmat, dan kita dikaruniai jaminan kemuliaan yang akan datang (SC 47 – Sacrosanctum Concilium tentang Liturgi) Eucharistia berasal dari bahasa Yunani yang artinya Perjamuan Syukur (thanksgiving). Dalam perjamuan syukur ini ingin ditampilkan bahwa Yesus menamakan nilai kesatuan dan kebersamaan dalam Ekaristi/Perjamuan Syukur. Awal mula sejarahnya berasal dari pesta panen raya. Umat dalam Perjanjian Lama merayakan syukur dan berterimakasih kepada Tuhan serta memohon agar berkat yang sudah diterima tetap tumbuh dan berkembang dalam hidup mereka. Dari waktu ke waktu mengalami perubahan dan perkembangan menjadi Perayaan Pembebasan dari Mesir. Perayaan syukur ini menjadi tradisi umat Israel sampai sekarang. Mereka makan bersama-sama, beryukur atas berkat Tuhan dan mohon berkat yang baru di tahun tahun mendatang. Bagi gereja Katolik perayaan Perjamuan ini menjadi lebih mendalam karena dalam Perjamuan Kudus, perjamuan syukur kita mensyukuri apa yang Yesus berikan kepada kita sebagai sang Penyelamat di hari ini dan hari hari mendatang baik di dunia fana ini maupun di dunia akhir. Karena itu Perjamuan Kudus ini merupakan puncak dari Sakramen. “Ekaristi adalah “sumber dan puncak seluruh hidup kristiani” (LG 11 – Lumen Gentium). Hal ini disebabkan Yesus adalah pusat kehidupan gereja sebagai Awal dan Akhir, Alpha dan Omega. Santo Yohanes Maria Vianney, pelindung para Imam mengatakan sebagai berikut: ”Guna menopang jiwa dalam jiarah kehidupan, Tuhan memeriksa segala ciptaan dan tak mendapati suatu pun yang layak. Lalu, Ia melihat Diri-Nya dan memutuskan untuk memberikan DiriNya Sendiri. Wahai jiwaku, betapa luhurnya engkau, sebab tak suatu pun selain dari Allah Sendiri yang dapat memuaskan engkau! Santapan jiwa adalah Tubuh dan Darah Tuhan! Betapa Makanan yang mengagumkan! Jika kita merenungkannya, kita akan tenggelam dalam samudera kasih Allah untuk selama-lamanya! Alangkah bahagianya jiwa-jiwa murni yang mencecap kebahagiaan dipersatukan dengan Kristus dalam Komuni Kudus! Mereka akan semarak bercahaya bagaikan intan permata yang indah di surga, sebab Tuhan terpancar dalam diri mereka.” “Ketika kita menyambut Komuni Kudus, kita menyambut sukacita dan kebahagiaan kita. Allah yang baik, yang rindu memberikan Diri-Nya sendiri bagi kita dalam Sakramen Kasih-Nya, menanamkan dalam diri kita kerinduan yang berkobar-kobar, yang hanya dapat dipuaskan oleh-Nya Sendiri. Di hadapan Sakramen Mahaluhur ini, kita bagaikan seorang yang sekarat karena kehausan di tepi sebuah sungai – yang perlu dilakukan hanyalah membungkukkan badannya; bagaikan seorang yang miskin papa, menemukan harta karun yang berlimpah – ia hanya perlu mengulurkan tangannya. Ia yang menyambut Komuni Kudus tenggelam dalam Tuhan bagaikan setitik air dalam samudera luas. Mereka tak lagi dapat dipisahkan.” (St Maria Yohanes Vianey) Dalam tahun Imam yang akan berakhir 19 Juni mendatang, marilah kita terus berdoa untuk para Imam karena melalui tangan mereka Tuhan memberikan kekuatan dan hak untuk memberikan berkat dalam Sakramen-sakreman dalam Gereja. Melalui tangan yang diurapi semua hal dilakukan atas dasar iman, harapan dan kasih, menjadi alat perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus yang kita sambut. Sehingga kita boleh selalu beryukur, memuji Tuhan dan mengajukan permohonan kita. Kepada anak-anak penerima Komuni pertama, kami ucapkan selamat menerima Tubuh dan Darah Kristus. Nikmatilah berkat dan rahmat Tuhan Yesus dan dekatlah selalu kepada-Nya dalam doa-doa di Gereja melalui Sakramen Ekaristi maupun melalui meditasi dan adorasi. Gunakanlah Gereja yang indah dan Ruang Adorasi Abadi yang luar biasa ini sebagai hadiah yang terindah dari Tuhan Yesus bagi kita semua sehingga kita selalu merasa bersatu dalam Tuhan. Pastoran FX Kuta, 31 Mei 2010
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |