cpanel

Tips

Cara menggunakan Shout it!
Pada kolom kanan ada Shout it! Disitu kalian bisa memberikan ucapan / komentar/ salam / SHOUT buat teman yang lain. Cara menggunakannya, kalian musti register dulu. Sesaat setelah register, kalian akan menerima email konfirmasi untuk mengecek apakah benar email kalian. Setelah di setujui (approval) maka keanggotan kalian akan aktif. Silakan login memakai username dan password dan langsung SHOUT IT !! Surprised
 
» Home arrow Renungan Romo arrow ROH KUDUS: Penolong Dalam Cinta Kasih
Monday, 06 February 2012
ROH KUDUS: Penolong Dalam Cinta Kasih PDF Print E-mail
Written by Rm. Sebastianus Yordan Ado at Saturday, 05 June 2010 (1155 hits)
Pada Hari Raya Pentakosta, para murid Tuhan Yesus dan orang banyak berada dan berkumpul di Yerusalem. Di sinilah Roh Kudus turun atas diri mereka saat berkumpul di dalam sebuah rumah. Roh Kudus turun atas diri para rasul, pengikut Tuhan Yesus sebagai seorang Pribadi ‘Penolong’. Tuhan Yesus sendiri berkata kepada para muridNya: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu (Yoh 14: 15-17), yaitu Roh Kebenaran.

Roh Kudus adalah Roh Penolong, Roh Pembantu. Ia menolong dan membantu kita. Ia menyertai dan membenarkan kita. Mengapa kita perlu Roh Kudus yang menolong - yang membantu? Karena mencinta itu sukar, tak mudah.

Perintah Tuhan adalah perintah cinta kasih. “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan pertama. Dan hukum kedua yang sama dengan itu, ialah kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22: 37-39). Inilah hukum atau perintah Tuhan: mengasihi, mencinta. Melaksanakan hukum atau perintah kasih tidak gampang. Allah mencintai kita, itu hal yang mudah saja. Namun kita mencintai Allah dengan segenap hati-segenap jiwa-segenap akal budi – itu sulit. Hati kita sering terbagi-bagi. Begitu juga mencintai sesama seperti diri sendiri, itu juga tidak mudah. Pada umumnya, kita mencintai diri sendiri lebih daripada mencintai orang lain. Dalam cinta manusiawi, saya selalu the best, yang lain yach selanjutnya lahhh…

Karena kesukaran inilah maka kita membutuhkan Roh Kudus, Roh Pembantu, Roh Penolong. Dengan bantuan dan pertolongan Roh Kudus, kita mampu keluar dari diri sendiri, memberikan perhatian kepada Tuhan dan sesama. Roh Kudus mengubah atau memperbaharui hati kita sehingga kita mampu mencintai  sesama. Roh Kudus adalah seorang Tokoh Reformasi dalam hidup kita sehingga kita keluar dari suatu kepentingan diri sendiri menuju kepada kepentingan Tuhan dan manusia,

Via profetis Yehezkiel, Tuhan bersabda kepada kita: “Dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru dan Roh yang baru di dalam batinmu, dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. RohKu akan kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang  pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya”  (Yeh 36: 25-27).

Sebagai Tokoh Reformasi, Roh Kudus pertama-tama membersihkan segala yang kotor, yang najis dari dalam hari kita, seperti “segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat. Itulah yang menajiskan orang” (Mat 15: 19-20). Berfikir jahat, membunuh, berzinah, berbuat cabul, mencuri, menipu, dll. Inilah hal-hal kotor, najis dalam hati dan hidup kita. Roh Kudus, Roh Tuhan sendiri masuk dalam hati dan hidup kita. Roh Kudus, Roh Tuhan sendiri masuk  dalam hati, membersihkan semua yang kotor ini dari dalam diri kita. Setelah membersihkan segala hal yang kotor, Roh Kudus yang sama memberikan kita “hati yang baru dan roh yang baru”, a heart et e’lan vita untuk mencintai Tuhan dan sesama. Oleh Tuhan kita dicintai sepenuhnya. “Karena kita dicinta maka kita dapat mencinta. Dan karena kita mencinta maka kita akan lebih dicinta” (Bernhard von Clairvaux).

Secara manusiawi kita lebih banyak membutuhkan cinta. Kita  mau supaya lebih banyak dicinta. Namun supaya kita lebih banyak dicintai, kitalah yang lebih banyak mencinta. Semakin kita mencinta, semakin kita dicinta. Dan kekuatan kita untuk banyak mencinta adalah Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh yang menolong kita untuk lebih banyak mencinta agar kita semakin banyak dicintai pula. Orang yang mencinta adalah orang yang pertama-tama mau memberi dan memberi saja. Dan kekuatan satu-satunya untuk memberi hanyalah Roh Kudus. Oleh Roh Kudus kita sekaligus mampu mencinta dan memberi. Semakin kita mencinta dan memberi, semakin pula kita dicintai dan diberi oleh Tuhan dan sesama. Dinamisme hidup seperti ini terjadi oleh dan dalam Roh Kudus. Oleh karena itu, kita berdoa, “Utuslah Roh KudusMu ya Tuhan ke dalam hati kami, agar kami mampu mencintai Engkau dengan seluruh pribadi kami; dan mengasihi sesama dengan tulus, murni dan jujur.”***

 




Be first to comment this article
RSS comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3

Last Updated ( Saturday, 05 June 2010 )
 
< Prev   Next >