cpanel

Tips

Cara menggunakan Shout it!
Pada kolom kanan ada Shout it! Disitu kalian bisa memberikan ucapan / komentar/ salam / SHOUT buat teman yang lain. Cara menggunakannya, kalian musti register dulu. Sesaat setelah register, kalian akan menerima email konfirmasi untuk mengecek apakah benar email kalian. Setelah di setujui (approval) maka keanggotan kalian akan aktif. Silakan login memakai username dan password dan langsung SHOUT IT !! Surprised
 
» Home arrow Renungan arrow Sejarah Rosario
Thursday, 11 March 2010
Sejarah Rosario PDF Print E-mail
Written by mudika.com WFX 47 at Tuesday, 31 October 2006 (3116 hits)
Berdasarkan pada teladan Maria, bisa dilihat Rosario adalah doa yang hidup yang berkaitan dengan kehendak Tuhan. Bila kita mengucapkannya dari hati, doa itu akan menjadi jangkar harapan janji Tuhan terhadap umat-Nya. Dalam masa peperangan, Rosario adalah senjata terakhir untuk memenangkan perdamaian. Dalam masa damai, Rosario adalah sumber kebahagiaan dan penghiburan. Tentu saja kita tergoda untuk berpikir bahwa Rosario telah terbentuk seperti yang kita kenal sekarang ini; bahwa Rosario diberikan kepada kita dalam bingkisan rapi, hasil kemasan Maria sendiri; bahwa manik-manik dan doa-doanya telah disusun dengan cantik. Bukan seperti kenyataannya. Seperti semua devosi kita, yang kita kenal hari ini adalah suatu bentuk yang mengalami perkembangan.


Maria dan Kebun Mawar
Kata Rosario berasal dari bahasa Latin, rosarium, artinya “kebun mawar”. Pertalian antara kebun mawar dengan Maria dapat dilihat dalam Kitab Suci umat Yahudi, dalam Kidung Agung. Di dalam Kidung Agung ditulis seorang wanita cantik yang tinggal di sebuah kebun. Ia digambarkan sebagai “bunga mawar dari Saron, bunga bakung di lembah-lembah” (Kidung Agung 2:1). Hubungan antara mawar dan kebun mawar dengan Maria semakin menunjukkan maknanya dalam tradisi umat Katolik dalam abad ke-12, melalui tulisan dari Bernard dari Clairvaux dan ordonya Benediktin. Seni religius juga menampilkan mawar sebagai perlambang Maria.

Manik-manik Rosario
Tak ada tanggal yang pasti tentang asal muasal Rosario. Bila kita memahami Rosario sebagai rangkaian manik-manik yang digunakan untuk menghitung doa, maka asal muasalnya jauh sebelum kelahiran Kristus, yaitu abad 9 Sebelum Masehi, ketika bangsa Hindu mulai menggunakan manik-manik untuk berdoa. Rosario adalah rangkaian doa dan renungan peristiwa Alkitab yang dilakukan dengan alat bantu serangkaian manik-manik.
Ada beberapa petunjuk cerita berkaitan dengan asal-usul Rosario. Tahun 1409 seorang rahib dari Ordo Kartusian Santo Dominikus dari Prusia menambahkan meditasi ‘peristiwa’ setiap berdoa 10 Salam Maria. Kemudian sekitar tahun 1475 pater-pater dari ordo Dominikan di Koeln, Jerman menetapkan 15 peritiwa tertentu. Dua puluh tahun kemudian, rangkaian doa seperti ini dipuji oleh Paus. Rosario pun mendapatkan bentuk seperti sekarang.

Persetujuan Gereja
Persetujuan Gereja tentang Rosario - atau setidaknya pengakuan secara resmi dinyatakan pada 1571, atas jasa para Dominikan dan pembentukan Persaudaraan Rosario. Persaudaraan Rosario ini menerbitkan buku tentang Rosario yang berhasil membuatnya dikenal. Paus Pius V dan Leo III adalah tokoh-tokoh penting dalam mempromosikan Rosario.

Teologi Rosario
Teologi Rosario ditemukan dalam sejumlah peristiwa: tali digunakan untuk menjalin manik-manik dan the meaningful backdrop against which the prayers are posed. Tanpa struktur seperti ini, kisah penjelmaan Kristus, kematian dan kebangkitannya, Rosario tidak akan menjadi devosi mendalam seperti sekarang ini. Bila diucapkan di luar konteks cerita Kristiani, sepuluh Salam Maria dalam Rosario tidak lagi berarti dan doa-doa akan menjadi sekadar ulangan kata.
Peristiwa-peristiwa mengatur renungan yang diselipkan di antara doa Bapa Kami dan Salam Maria menjadi meditasi yang berkesinambungan tentang kehidupan Yesus dan Maria; kelima belas peristiwa juga merupakan ringkasan dari tahun liturgi, selain itu jumlah 150 juga berasal dari jumlah mazmur. Rosario mengkisahkan sejarah keselamatan manusia yang terdapat dalam Injil. Dimulai dengan peristiwa gembira, lewat malaikat Gabriel Tuhan memilih Maria untuk menjadi Ibu Putera-Nya, Yesus Kristus hingga Yesus bangkit dari kematian, naik ke surga, dan bagaimana para rasul yang ketakutan berdoa bersama Maria ketika Roh Kudus turun atas para Rasul. Maria memperlihatkan bagaimana ia selalu mengikuti kehendak Tuhan hingga diangkat ke surga dan dimahkotai di surga. Maria memberi contoh bagaimana mengikuti kehendak Tuhan dan kita pun diajak berbuat serupa.

Dalam melakukan meditasi peristiwa, kita merenungkan pada kondisi kemanusiaan kita: kebebasan kita dari pembatasan berkat kelahiran Kristus, penderitaan kita sendiri serta kematian yang dekat melalui sengsara dan penyaliban Kristus dan harapan kita untuk kehidupan baru dalam kebangkitan Kristus dan kenaikannya ke Surga.
Edward Schillebeeckx menulis nilai Rosario dapat ditemukan dalam pemusatan pikiran pada misteri penyelamatan Penebusan. Adalah Kristus yang membawa penebusan ini, tetapi Maria hadir secara aktif dan berhubungan dengan seluruh susunan historis penyelamatan. Rosario adalah syahadat Kristologis tiruan, sebuah symbolum atau ringkasan dogma dan doktrin, dalam bentuk doa meditasi, ringkasan, doa dari seluruh dogma Penebusan. Bila kita berdoa Rosario, kita melakukan yang dilakukan Maria….Adalah dengan renungan doa ia belajar memahami misteri Kristus dan menyadari tempatnya yang luarbiasa dalam kebijaksanaan dan kesederhanaan Penebusan. Hanya dengan menjadi semakin dekat dengan ‘Misteri Kristus’ yang mencakup Misteri Maria, kita juga akan dapat memahami kedudukan kita dan panggilan kita yang sesungguhnya dalam dunia yang telah ditebus ini.

Rosario Masa Kini
Rosario masa kini terdiri dari pembacaan lima belas dekade (puluhan) Salam Maria, (jumlah 150 juga berasal dari jumlah mazmur). Kita masuk dalam tubuh Rosario, dengan menyatakan peristiwa gembira pertama, yaitu Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel dan membaca renungan singkat tentang hal itu. Kemudian kita mulai doa-doa puluhan pertama dengan doa Bapa Kami yang diikuti dengan sepuluh Salam Maria, masing-masing diwakili dengan sebuah manik, Kita mengakhiri puluhan pertama tadi dengan Kemuliaan Kepada Bapa dan terkadang dengan Ya Yesusku, doa yang diperkenalkan dalam penampakan Bunda Maria di Fatima, “Ya Yesusku, ampunilah dosa-dosaku. Selamatkanlah kami dari api neraka. Bimbinglah jiwa kami ke surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan rahmat-Mu.” Setelah hening sejenak, peristiwa Gembira kedua disampaikan, meditasi dibacakan dan proses berulang hingga peristiwa Mulia terakhir disampaikan atau direnungkan dan doa puluhan diucapkan. Seluruhnya ada lima belas peristiwa dan lima belas puluhan. Walaupun demikian, seringkali kita hanya berdoa lima puluhan atau satu seri Peristiwa.
Paus Yohanes Paulus II mengatakan: jadikanlah doa Rosario “rantai penuh rahmat yang menghubungkanmu ke surga” melalui Bunda Maria.

(Diambil dari mudika.com  _ADHI)




Be first to comment this article
RSS comments

Only registered users can write comments.
Please login or register.

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3

 
< Prev   Next >