Written by Narita WFX at Wednesday, 01 November 2006 (3230 hits) Pingin tahu apa yang disampaikan Romo Hady dalam misa pagi ini 1 Nov 2006 ?? klik aja di "Read more"
Selamat pagi….. selamat memasuki bulan November. Biasanya pada bulan November, aroma Natal mulai terasa. Salah satunya dengan perayaan Pesta orang – orang Kudus. Di Eropa dan Amerika pesta orang-orang Kudus, disatukan dengan perayaan musim gugur. Salah satunya dengan Pesta Hallowen (Pesta dengan memakai topeng dan atribut macam-macam). Awalnya Pesta Hallowen orang hanya memakai pakaian yang mirip dikenakan oleh orang-orang Kudus (Santo-santo dan para malaikat) tetapi berkembang menjadi pesta duniawi yang memakai atribut macam-macam, termasuk atribut Lucifer.
Di Roma, dan Negara Eropa lainnya, hari ini adalah hari libur Nasional. Orang-orang berkumpul di Lapangan Santo Petrus atau halaman-halaman gereja lainnya, atau balai-balai Kota, berpesta, mendengarkan musik, melukis, mengadakan lomba-lomba, pokoknya mereka menikmati hari ini sebagai hari yang dianugerahkan Tuhan bagi manusia yang diijinkan menikmati kebahagiaan kekal dalam kemuliaan Tuhan.
Dalam kotbahnya pagi ini, Romo Hady Setiawan, Pr mengajak umat merenungkan sekali lagi Ucapan Bahagia; Kotbah Yesus di Bukit (Matius 5:1-12). Beberapa yang bisa kami kutip; “Mengapa Tuhan Yesus tidak memakai kata senang atau menyenangkan, sehingga menjadi Ucapan Senang? Karena kata senang, pengertiannya lebih ke kenikmatan2 yang memuaskan keinginan jasmani jadi lebih bersifat duniawi. Sedang kata bahagia membawa kita pada satu rasa yang berasal atau timbul dari dalam hati. "
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga; orang miskin yang dimaksudkan di sini bukan saja orang yang miskin karena tidak punya harta, karena ada orang yang miskin dan tidak bahagia, karena dalam kemiskinannya ia masih saja sombong dan marah pada Allah. Tapi ada orang yang miskin dan dalam kemiskinan ini ia mulai bergantung sepenuhnya pada Allah, maka ia boleh berbahagia oleh Sabda yesus ini. Sabda ini ditujukan pula kepada orang-orang berada yang dalam kekayaannya tidak terikat pada harta dan kesenangan yang ditawarkan dunia, tetapi menggunakan berkat itu bagi hal-hal positif, terutama membantu orang-orang miskin, sakit, dan lain2.;
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah; Sabda ini ditujukan kepada setiap kita yang terus menerus mencari Allah dalam Doa2, Misa dan dalam tindakan serta fikiran yang mengaitkan segala sesuatu di dunia ini dengan keberadaan Allah kita. Kita masing-masing mempunyai hubungan yang khusus dan pribadi dengan Allah. Setiap manusia punya rasa keakraban dengan Allah sesuai dengan caranya dan cara Allah atas dirinya. Bunda Teresa, Santa dari Calcuta pernah berkata, ‘Allah begitu rendah hati, sehingga IA mau merunduk untuk menggapai setiap orang yang belum mengenalNya. Sehingga begitu banyak nama diberikan kepadaNya sesuai agama yang dianut orang itu. Akrab atau tidaknya seseorang dengan Allah, hanya Allah dan orang itu saja yang tahu. Siapakah kita ini sehingga kita berani menyebut saudara kita kafir?’.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga; Sabda ini ditujukan pertama, kepada mereka yang berani memegang teguh prinsip kebenaran sehingga tidak bisa menikmati segala kesenangan yang ditawarkan. Kepada mereka yang karena menyatakan kebenaran tetapi kemudian dihina dan ditertawakan atau malah dibenci. Kepada mereka yang jabatannya gak pernah naik atau sulit dalam posisinya di kantor atau perusahan karena tidak mau berneko-neko. Kepada mereka yang berani melawan arus.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.; pada ayat ini, Romo Hady mengingatkan umat akan penderitaan para umat Kristiani di Korea. Di mana sekarang sudah 200 orang yang dinyatakan sebagai martir kudus. Mereka ada yang dipancung kepanya, dibuang ke dalam laut dan berbagai macam siksaan yang ditujukan supaya orang2 yang melihatnya takut menjadi Kristiani. Tetapi kita tahu bahwa Injil berkembang pesat di sana sampai hari ini. Begitu juga yang terjadi di Vietnam. Memang dari Vietnam belum ada yang dinyatakan sebagai martir Kudus, tetapi penderitaan mereka yang dianiaya karena percaya kepada Injil, luar biasa. Salah satunya, yaitu orang ditusuk dan disusun dalam satu kayu panjang seperti sate. Dan yang terakhir, Romo menginatkan kita akan apa yang telah dialami Tibo Cs. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
Demikian Isi kotbah Romo Hady Setiawan, Pr dalam Misa Pagi kali ini, yang bisa kami kutipkan untuk Anda.
Semoga bermanfaat.
Salam dari Sekretariat Paroki FX
Narita
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |