|
MISA PENUTUPAN KONVENSI KEBUDAYAAN DEWAN KEPAUSAN (FOTO-FOTO) |
|
|
|
Written by ucok / yovie at Wednesday, 13 December 2006 (3590 hits) Ada yang spesial di Gereja St. Fransiskus Xaverius Kuta pada Kamis, 30 November 2006. Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang baru saja terpilih Mgr. Martinus D Situmorang OFMCap memimpin misa penutupan Konvensi Dewan Kepausan untuk kebudayaan yang diselenggarakan pada pukul 11.30 Wita, di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kuta.
Beliau didampingi oleh Mgr.Julius Kardinal Darmaatmadja SJ dan Mgr. Leopoldus Girelli dari Nuntius. Beberapa peserta Konvensi Dewan Kepausan untuk Kebudayaan yang juga mengikuti misa ini, yaitu antara lain : Mgr. Don Norbert Marshall Andradi dari Srilanka, Fr. Bernard Ardura dan Fr.Theodore Mascarenhas wakil dari Vatican, Fr.Yeo Jincheon dan Fr.Chang Dong Ha wakil dari Korea, Fr. Wiryono Priyotamtama SJ , Mgr.Petrus Turang Pr, Mgr.Yustinus Hardjo Susanto wakil dari Indonesia, Mgr Charles Bo dari Myanmar, Mgr.Joseph Vu Duy Tong dan Fr.Trinh In wakil dari Vietnam. Mrs. Annie Lam Shun wai dari Hongkong, Prof. Yoshio Oyanagi ( Penasihat Dewan Kepausan Untuk Kebudayaan) dari Jepang serta Mgr. Sebastian Francis dari Malaysia. Konvensi Dewan Kepausan untuk kebudayaan ini diselenggarakan pada di Palm Beach Hotel, 26-30 November 2006, dihadiri oleh para petinggi Gereja Katolik dari beberapa negara. Selain yang tersebut diatas, hadir pula Mgr.Theotonius Gomez dari Pakistan, Mgr Thomas Menamparampil dari India, Mgr.A.M Sutrisna Atmaka, MSF dari Palangkaraya – Indonesia, Mgr.H Datus Lega dari Sorong - Indonesia, Mgr. Mark Benedict Coleridge dari Canberra – Australia, Fr. Phaisal Anamwat dan Fr.Theerapol Kobvithayakul dari Thailand, Fr.Immanuel Cabajar dari Filipina, serta Fr.George Palackapily dari India. Pertemuan ini dipakai sebagai ajang tatap muka dan berbagi pengalaman tentang pertemuan antara Iman dan kebudayaan di masing-masing negara peserta. Belum diketahui secara pasti rumusan hasil dan hal-hal apa yang di singgung dalam pertemuan tersebut. Dewan Kepausan untuk Kebudayaan ( Pontifical Council “Culture” ) didirikan oleh Paus Yohanes Paulus II dengan maksud untuk memajukan pewartaan keselamatan dan kebudayaan yang dewasa ini sering diwarnai dengan masalah perbedaan tanpa iman. Dan dewan ini mengadakan konvensi setiap empat tahun sekali. Bali menjadi tuan rumah yang kesekian kalinya setelah sebelumnya diadakan dinegara Jepang.
( ucok mts/ foto by yovie )
Foto-foto bisa di klik DISINI atau pada galeri foto.
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |
|
Last Updated ( Friday, 03 August 2007 )
|