Written by John German Seran at Wednesday, 14 January 2009 (847 hits) Dosa itu mulanya kecil dan lucu. Kira-kira dapat dianalogikan seperti berikut ini.
Sebuah keluarga mempunyai seekor anjing. Sebut saja Boby. Bulunya yang lebat, keabu-abuan, membuatnya lucu dan menggemaskan siapa saja yang melihatnya. Ia suka bermain-main dan gemar kejar-kejaran. Keluarga itu mempunyai seorang anak semata wayang. Sebut saja Rino. Rino suka bermain-main dengan Boby. Tak ada hari yang terlewatkan tanpa kejar-kejaran, bahkan guling-gulingan di taman depan rumah. Boby dan Rino adalah dua sahabat 'sejati'. Di mana ada Rino, di situ ada Boby. Di mana ada Boby, di situ ada Rino. Keduanyapun bertumbuh seiring waktu. Rino beranjak Remaja. Boby bertumbuh menjadi seekor anjing jantan tangguh. Suatu hari, sepulang sekolah, seperti biasanya Rino ingin menyapa sahabatnya yang menunggunya di depan rumah. Tetapi tiba-tiba.... Boby berubah galak dan menyerang sahabatnya. Ia mencakar dan merobek leher Rino. Rino berteriak kalap. Ia dilarikan ke rumah sakit, tapi...... sehari kemudian ia menghembuskan napas terakhir. Ternyata Boby ketularan penyakit rabies (anjing gila), yang saat itu sedang mewabah. Ketikadosa memasuki kehidupan manusia, ia kecil dan lucu....... Manusia yang tidak menyadarinya menganggapnya teman bermain. ia senang bercengkrama dengan dosa. Tetapi ia tidak sadar, kalau dosa itu bertumbuh besar... besar... dan akhirnya membawa petaka, bahkan MAUT bagi sang manusia.
Only registered users can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.3 |